KABAR UTAMA
light_mode

10 Bulan Pasca Banjir Bandang, Bantuan Korban Banjir Langsa Masih Belum Merata

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LANGSA, mitracakrawala.com — Hampir 10 bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kota Langsa pada 26 November 2025 lalu, namun persoalan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan.

Di tengah belum meratanya bantuan bagi korban banjir, sejumlah wilayah di Kota Langsa kembali terendam banjir pada 11 September 2026. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran masyarakat, khususnya warga yang hingga kini mengaku belum memperoleh bantuan yang diharapkan.

Persoalan penyaluran bantuan disebut telah muncul sejak awal, terutama terkait data calon penerima bantuan yang dinilai masih bermasalah dan belum tertata secara baik. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada proses pendataan, verifikasi hingga penyaluran bantuan di lapangan.

Menurut keluhan yang disampaikan korban banjir, terdapat warga yang rumahnya disebut tidak terdampak banjir namun telah menerima bantuan lebih dahulu, sementara sebagian warga yang benar-benar terdampak masih menunggu kepastian.

Ketimpangan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial, kekecewaan hingga kemarahan di tengah masyarakat.

Selain persoalan data, lambannya proses pendataan dan penyaluran juga menjadi sorotan. Hampir 10 bulan setelah bencana, masih terdapat warga yang mempertanyakan kapan bantuan akan mereka terima. Bahkan, menurut keterangan Ketua Forum Korban Banjir Langsa (KBL), Jantana Pratama Putra, penyaluran bantuan banjir Tahap II juga belum sepenuhnya selesai.

Jantana Pratama Putra, yang lebih akrab disapa Bang JT, merupakan salah satu pihak yang sejak awal aktif menyuarakan persoalan bantuan korban banjir di Kota Langsa.

Bang JT mengaku sudah merasa bosan dengan kinerja Pemerintah Kota Langsa yang menurut penilaiannya belum profesional dalam menyelesaikan persoalan bantuan korban banjir.

Ia mengatakan telah dua kali mengikuti rapat koordinasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa, selain menemui sejumlah pihak terkait untuk mempertanyakan perkembangan dan kejelasan penyaluran bantuan banjir.

Tidak hanya melalui pertemuan, Bang JT juga mengaku telah tiga kali ikut serta dalam aksi unjuk rasa bersama korban banjir Langsa.

Dari tiga aksi tersebut, menurut Bang JT, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana hanya hadir menemui massa pada aksi demo jilid II yang berlangsung 30 April 2026.

Sementara dalam aksi ketiga pada 26 Agustus 2026, massa kembali mempertanyakan kejelasan bantuan banjir Kota Langsa, termasuk mengenai bantuan yang berasal dari berbagai pihak di luar pemerintah daerah.

Salah satu pertanyaan yang disampaikan massa, menurut Bang JT, berkaitan dengan berapa total bantuan yang telah diterima dari pihak luar, baik berupa dana maupun bantuan logistik seperti makanan, minuman dan bantuan lainnya.

Namun, menurut keterangan Bang JT, Sekda Kota Langsa Suhartini belum dapat memberikan jawaban yang diminta massa terkait total bantuan tersebut.

Bang JT juga menyebut Sekda Kota Langsa kemudian meninggalkan massa aksi. Sementara itu, massa korban banjir tetap bertahan hingga malam hari di tengah hujan lebat, menunggu adanya kejelasan maupun jawaban dari pihak Pemerintah Kota Langsa.

Warga Masih Menunggu Jadup hingga Rehab Rumah

Hingga berita ini dirilis pada 12 September 2026, menurut keterangan Bang JT, masih terdapat warga yang belum mendapatkan kepastian mengenai sejumlah bantuan, di antaranya Jadup (Jaminan Hidup), bantuan isi hunian, stimulan ekonomi hingga bantuan rehabilitasi rumah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena waktu terus berjalan. Hampir 10 bulan sejak banjir bandang November 2025, persoalan bantuan masih belum sepenuhnya tuntas.

Bahkan, banjir kembali terjadi pada 11 September 2026 di sejumlah titik wilayah Kota Langsa. Peristiwa tersebut kembali mengingatkan bahwa persoalan penanganan bencana dan perlindungan terhadap masyarakat terdampak membutuhkan proses yang cepat, tepat dan transparan.

Bang JT menilai masyarakat membutuhkan kepastian, bukan hanya janji atau proses yang berlarut-larut. Menurutnya, warga korban banjir berhak mengetahui secara jelas bagaimana proses pendataan dilakukan, siapa yang ditetapkan sebagai penerima, bantuan apa saja yang tersedia, serta bagaimana bantuan tersebut disalurkan.

KBL Siapkan Aksi Lanjutan

Bang JT menegaskan, apabila tidak segera ada titik terang mengenai penyaluran bantuan banjir berikutnya maupun penyelesaian bantuan yang masih tertunda, dirinya bersama Forum Korban Banjir Langsa (KBL) tidak menutup kemungkinan melakukan aksi lanjutan.

Menurutnya, langkah tersebut akan dilakukan atas desakan masyarakat yang masih mempertanyakan kejelasan bantuan banjir Kota Langsa.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Hampir 10 bulan persoalan bantuan banjir belum juga selesai. Kami sudah mengikuti rapat, bertemu pihak terkait dan turun aksi, tetapi masyarakat masih mempertanyakan bantuan yang belum mereka terima,” ujar Bang JT.

Ia menegaskan, KBL akan terus menyuarakan kepentingan korban banjir dan mendorong adanya keterbukaan mengenai seluruh proses bantuan.

“Kalau tidak ada titik terang mengenai penyaluran bantuan selanjutnya, kami bersama KBL dan masyarakat akan mempertimbangkan aksi lanjutan. Tujuannya jelas, yaitu memperjelas bantuan banjir Kota Langsa dan memastikan masyarakat mendapatkan haknya secara adil,” tegasnya.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kota Langsa untuk menyelesaikan persoalan data penerima, mempercepat penyaluran bantuan yang masih tertunda, serta memberikan penjelasan terbuka mengenai bantuan yang telah diterima maupun disalurkan.

Bagi korban banjir yang masih menunggu, kepastian dan keadilan dalam penyaluran bantuan menjadi hal yang sangat penting agar persoalan yang telah berlangsung hampir 10 bulan tersebut tidak terus berlarut.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • Ribuan Driver Online dan Buruh Meriahkan Kopdarnas di Bekasi

    Ribuan Driver Online dan Buruh Meriahkan Kopdarnas di Bekasi

    • visibility 37
    • 0Komentar

    Bekasi, mitracakrawala.com — Ribuan pengemudi ojek online dan elemen buruh turut terlibat dalam kegiatan Kopdarnas Ojek Online Indonesia yang digelar di Stadion Chandrabhaga, Kota Bekasi, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “KOPDARNAS 24 September 2026 – Perdana SG001” tersebut menjadi momentum berkumpulnya para driver online bersama elemen buruh dalam suasana silaturahmi dan kebersamaan. Sejak pagi, […]

  • GENCARKAN OJK-BSI di Kalianda Disorot: Petani Datang, Konsumsi dan Transportasi Dipertanyakan

    GENCARKAN OJK-BSI di Kalianda Disorot: Petani Datang, Konsumsi dan Transportasi Dipertanyakan

    • visibility 23
    • 0Komentar

    LAMPUNG SELATAN — Pelaksanaan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Bandar Lampung dan BSI Kalianda di Aula Negeri Baru Resort, Kalianda, Lampung Selatan, menuai tanda tanya. Pasalnya, sejumlah peserta yang berasal dari kalangan petani mengeluhkan tidak mendapatkan konsumsi maupun transportasi selama mengikuti kegiatan tersebut. […]

  • Erupsi Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik, Penerbangan di Bandara Soetta Dihentikan Sementara

    Erupsi Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik, Penerbangan di Bandara Soetta Dihentikan Sementara

    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta, mitracakrawala.com – Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026). Penghentian aktifitas penerbangan tersebut imbas dari sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi belasan kali erupsi dari Rabu (08/07) hingga Jumat (10/07). Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan penutupan Bandara Soekarno-Hatta dilakukan berdasarkan NOTAM […]

  • Kejagung Geledah Sejumlah OPD Pemkot Bekasi: Bapenda, DLH hingga BUMD Kota Bekasi Disasar

    Kejagung Geledah Sejumlah OPD Pemkot Bekasi: Bapenda, DLH hingga BUMD Kota Bekasi Disasar

    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kota Bekasi, mitracakrawala.com — Suasana di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi mendadak menjadi perhatian menyusul tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di sejumlah kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Kamis (17/9/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan berlangsung di tiga lokasi, yakni kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, kantor Pemkot Bekasi, dan kantor PT Migas Kota […]

  • Polresta Tangerang Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ingatkan Pakai Masker

    Polresta Tangerang Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ingatkan Pakai Masker

    • visibility 33
    • 0Komentar

    Tangerang, mitracakrawala.com – Polresta Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Warga diminta mengutamakan keselamatan, menjaga kesehatan, serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, masyarakat perlu mengambil langkah pencegahan apabila terjadi hujan abu vulkanik di […]

  • Jambore Ormas 2026 Perkuat Sinergitas antar Ormas, IWOI Kota Tangerang Apresiasi Kesbangpol

    Jambore Ormas 2026 Perkuat Sinergitas antar Ormas, IWOI Kota Tangerang Apresiasi Kesbangpol

    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jambore Ormas 2026 Perkuat Sinergitas antar Ormas, IWOI Kota Tangerang Apresiasi Kesbangpol Kota Tangerang, mitracakrawala.com — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kota Tangerang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang yang telah memfasilitasi sekaligus memberikan undangan kepada IWOI untuk mengikuti kegiatan Jambore Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) 2026. […]

expand_less