KABAR UTAMA
light_mode

17 Tahun Festival Palang Pintu Kemang, Bang Haji Edi Bawa Semangat Regenerasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, mitracakrawala.com — Festival Palang Pintu Kemang memasuki penyelenggaraan ke-17 pada 2026 dengan membawa semangat baru. Bang Haji Edi, Founder Festival Palang Pintu Kemang, mendorong regenerasi dengan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian seni dan budaya.

Penyelenggaraan tahun ini membawa konsep perubahan, regenerasi dan reformasi, sekaligus menjadi bagian dari semangat menyambut 500 tahun HUT DKI Jakarta.

Tak hanya menampilkan budaya Betawi, Festival Palang Pintu Kemang ke-17 akan menghadirkan berbagai budaya Nusantara melalui parade budaya dan sejumlah pertunjukan.

Salah satu ikon yang diangkat pada penyelenggaraan tahun 2026 adalah tekyang bernama Kiriang dengan ukuran sekitar 2,5 meter.

Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan penampilan band, santunan serta doa untuk bangsa. Festival Palang Pintu Kemang dijadwalkan turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Bagi Bang Haji Edi, regenerasi menjadi bagian penting agar kebudayaan tidak hanya menjadi warisan dari generasi sebelumnya, tetapi terus hidup dan berkembang bersama generasi muda.

Festival Palang Pintu Kemang juga membawa pesan untuk merajut perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Musik dan budaya diharapkan dapat menjadi ruang bersama yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Berawal dari Perubahan Kemang

Festival Palang Pintu Kemang memiliki sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kawasan Kemang.

Sejak era 1990-an, Kemang dikenal sebagai salah satu kawasan Jakarta yang menjadi pilihan masyarakat ekspatriat. Letaknya yang strategis dan relatif aman membuat kawasan tersebut berkembang menjadi lingkungan yang memiliki daya tarik bagi warga negara asing.

Kehadiran ekspatriat turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Banyak lahan milik warga yang disewakan sehingga memberikan sumber pendapatan baru.

Perputaran ekonomi tersebut kemudian turut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak mereka, termasuk mengakses sekolah dan perguruan tinggi ternama.

Kemang kemudian semakin dikenal hingga sempat disebut sebagai “Bali Kedua”. Para pengusaha mulai melihat potensi tersebut dengan membangun berbagai fasilitas, mulai dari kafe, restoran, butik hingga perkantoran.

Pertumbuhan kawasan perkantoran kemudian membawa perubahan baru. Banyak masyarakat urban yang bekerja di Jakarta mulai tinggal di sekitar Kemang dan hunian kontrakan pun semakin berkembang.

Interaksi antara masyarakat asli Kemang yang dikenal agamis dan kuat dengan budaya lokal dengan masyarakat urban dari berbagai latar belakang kemudian membentuk lingkungan yang semakin beragam.

Di tengah perkembangan tersebut, muncul kekhawatiran terhadap pergeseran nilai dan budaya lokal.

Hal inilah yang menjadi perhatian Bang Haji Edi.

Padepokan Manggar Kelape

Sebagai bagian dari upaya menjaga seni, budaya dan nilai masyarakat, pada 5 Oktober 2024 Bang Haji Edi mendirikan Padepokan Manggar Kelape.

Padepokan tersebut menggunakan filosofi tanaman yang memiliki banyak manfaat dan menjadi wadah berbagai kegiatan, mulai dari pengajian, seni tari, pencak silat, hadroh hingga kegiatan kebudayaan lainnya.

Misinya tidak hanya melestarikan seni dan budaya, tetapi juga memberikan kegiatan positif bagi generasi muda untuk menjauhkan mereka dari bahaya narkoba.

Penguatan nilai agama, kebangsaan dan akidah menjadi bagian penting dari gerakan tersebut.

Lahirnya Lomba Palang Pintu

Dalam perjalanannya, kegiatan yang dibangun Bang Haji Edi kemudian bersinggungan dengan visi salah satu organisasi kepemudaan Betawi di Jakarta.

Dari sinilah muncul gagasan untuk membuat kegiatan yang mengangkat tradisi budaya Betawi melalui Lomba Palang Pintu se-Jabodetabek.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pada 5 Mei 2005 untuk pertama kalinya Lomba Palang Pintu digelar.

Antusiasme masyarakat terus berkembang hingga kegiatan tersebut kemudian tumbuh menjadi Festival Palang Pintu Kemang.

Dalam perjalanan panjangnya, Festival Palang Pintu Kemang juga mencatat sejumlah rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), salah satunya penggunaan batu akik pandan terbanyak pada 2016.

Dari Kemang untuk Generasi Muda

Memasuki penyelenggaraan ke-17, Bang Haji Edi membawa semangat agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan.

Festival Palang Pintu Kemang tahun 2026 juga memperluas ruang bagi budaya Nusantara lainnya untuk tampil.

Pesan yang ingin dibangun adalah bahwa keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan untuk mempertemukan masyarakat, bukan menjadi sekat yang memisahkan.

Bang Haji Edi juga tidak keberatan apabila konsep Festival Palang Pintu Kemang diadaptasi atau diduplikasi di wilayah lain.

Ia berharap penyelenggaraan Festival Palang Pintu Kemang berikutnya dapat semakin beragam, melibatkan lebih banyak generasi muda dan berlangsung semakin semarak.

Setelah 17 tahun perjalanan, Festival Palang Pintu Kemang tidak hanya menjadi perhelatan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas Kemang di tengah perubahan zaman sekaligus membuka ruang bagi generasi baru untuk melanjutkan warisan budaya tersebut.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • Tekan Inflasi Daerah, Bulog Kanwil Yogyakarta Bersama Pemprov Droping Beras SPHP

    Tekan Inflasi Daerah, Bulog Kanwil Yogyakarta Bersama Pemprov Droping Beras SPHP

    • visibility 34
    • 0Komentar

    Yogyakarta, mitracakrawala.com – Perum BULOG Kantor Wilayah Yogyakarta secara konsisten menjalankan agenda rutin dropping (pendistribusian) Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar-pasar pencatatan Sistem Pemantauaan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) maupun pasar tradisional lainnya di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada Sabtu (05/09), peninjauan dan pendistribusian dipusatkan di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. […]

  • HPN 2027 Di Lampung Inklusif dan Kalaboratif

    HPN 2027 Di Lampung Inklusif dan Kalaboratif

    • visibility 59
    • 0Komentar

    JAKARTA, mitracakrawala.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menegaskan tetap menjalankan peran sebagai penanggung jawab dan penyelenggara Hari Pers Nasional (HPN) 2027, dengan komitmen memperluas keterlibatan seluruh konstituen Dewan Pers agar perhelatan nasional insan pers tersebut semakin inklusif dan merepresentasikan seluruh ekosistem pers Indonesia. Penegasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Dewan Pers dan Pengurus Pusat PWI […]

  • Jambore Ormas 2026 Perkuat Sinergitas antar Ormas, IWOI Kota Tangerang Apresiasi Kesbangpol

    Jambore Ormas 2026 Perkuat Sinergitas antar Ormas, IWOI Kota Tangerang Apresiasi Kesbangpol

    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jambore Ormas 2026 Perkuat Sinergitas antar Ormas, IWOI Kota Tangerang Apresiasi Kesbangpol Kota Tangerang, mitracakrawala.com — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kota Tangerang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang yang telah memfasilitasi sekaligus memberikan undangan kepada IWOI untuk mengikuti kegiatan Jambore Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) 2026. […]

  • Driver Prubumi LontarTolak Penambahan Mitra Armada Baru Pengiriman FABA

    Driver Prubumi LontarTolak Penambahan Mitra Armada Baru Pengiriman FABA

    • visibility 47
    • 0Komentar

    Tangerang, mitracakrawala.com – Driver Lokal Pribumi Lontar yang berkumpul di area jalan PLTU dan selama ini melaksanakan pengangkutan FABA ke desa-desa, menyampaikan aspirasi dan keberatan kepada pihak PLTU 3 Lontar, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, terkait rencana penambahan mitra armada baru dari luar wilayah. Menurut Dede Pardede, selaku perwakilan Driver Lokal Pribumi Lontar, […]

  • Kabel PLN di Ruang Publik Disorot, IWO Indonesia Kota Serang Minta UP3 Banten Utara Pastikan Standar K3

    Kabel PLN di Ruang Publik Disorot, IWO Indonesia Kota Serang Minta UP3 Banten Utara Pastikan Standar K3

    • visibility 46
    • 0Komentar

    SERANG, mitracakrawala.com — Aktivitas sejumlah pekerja yang terlihat menangani gulungan kabel atau pipa pelindung berwarna merah di median jalan Kota Serang menuai perhatian. Kondisi tersebut menjadi sorotan DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Kota Serang yang meminta PLN UP3 Banten Utara memberikan penjelasan terbuka mengenai pekerjaan, jenis material, lokasi pemasangan, hingga aspek keselamatan dan […]

  • Ribuan Driver Online dan Buruh Meriahkan Kopdarnas di Bekasi

    Ribuan Driver Online dan Buruh Meriahkan Kopdarnas di Bekasi

    • visibility 37
    • 0Komentar

    Bekasi, mitracakrawala.com — Ribuan pengemudi ojek online dan elemen buruh turut terlibat dalam kegiatan Kopdarnas Ojek Online Indonesia yang digelar di Stadion Chandrabhaga, Kota Bekasi, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “KOPDARNAS 24 September 2026 – Perdana SG001” tersebut menjadi momentum berkumpulnya para driver online bersama elemen buruh dalam suasana silaturahmi dan kebersamaan. Sejak pagi, […]

expand_less