KABAR UTAMA
light_mode

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta, mitracakrawala.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Workshop Jurnalistik GAPKI dan PWI di Yogyakarta, Jumat (28 Agustus 2026).

Acara ini menjadi momentum strategis bagi kedua lembaga untuk memperkuat sinergi dalam mengedukasi publik terkait tata kelola industri kelapa sawit yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, dalam sambutannya menyoroti bahwa pemilihan Yogyakarta—daerah tanpa perkebunan sawit—sebagai lokasi acara bukanlah kebetulan. Hal ini ditujukan untuk mensosialisasikan pentingnya sawit dalam kehidupan sehari-hari, termasuk penggunaan komoditas berbasis kelapa sawit untuk industri batik lokal dan berbagai kebutuhan kebutuhan dalam kehidupan setiap hari.

Namun, Eddy juga menekankan tantangan regulasi yang membebani industri, khususnya terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Ia memaparkan bahwa GAPKI secara proaktif turun tangan membantu pemadaman api di luar area konsesi, seperti yang terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau.

Meski demikian, industri tetap dihadapkan pada ancaman Pasal 88 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Strict Liability (tanggung jawab mutlak).

“Apabila terjadi kebakaran—sekalipun titik apinya terbukti dari luar dan masuk ke dalam konsesi—kita otomatis dianggap lalai. Padahal tidak mungkin ada perusahaan atau masyarakat yang sengaja membakar asetnya sendiri. Kami mengusulkan adendum atau klausul pengecualian dalam aturan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem,” jelas Eddy Martono.

Menyambut paparan tersebut, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan pentingnya peran pers dalam menyajikan fakta di tengah gempuran kampanye hitam (black campaign) global terhadap kelapa sawit Indonesia. Ia mengingatkan bahwa persaingan bisnis internasional kerap membidik isu lingkungan dan tenaga kerja untuk mendiskreditkan tata kelola sawit nasional.

“Tantangan utama industri sawit adalah membuktikan tata kelola yang bermanfaat bagi masyarakat. Dunia sangat membutuhkan kelapa sawit karena ini adalah minyak nabati paling produktif,” ujar Akhmad Munir.

Ia menambahkan bahwa jurnalisme berbasis data dan fakta empiris sangat krusial. Wartawan bertugas menyuarakan praktik industri sawit yang ramah lingkungan, namun tetap kritis dalam mendorong perbaikan tata kelola (good corporate governance).

“Pers harus mengedepankan kepentingan nasional dengan mendukung industri kelapa sawit yang ramah lingkungan, sehat bagi tenaga kerja, dan berkelanjutan. Inilah tugas mulia yang perlu kita kerjakan bersama,” tegasnya.

Dalam sesi pemaparan, Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, Guru Besar Universitas Jember, menegaskan bahwa kelapa sawit adalah anugerah bagi bangsa Indonesia.

“Sawit adalah anugerah. Kita harus bersyukur karena komoditas ini memberi kontribusi besar bagi devisa, lapangan kerja, dan ketahanan pangan serta energi nasional. Tugas kita bersama adalah mengelola anugerah ini dengan tata kelola yang baik agar manfaatnya dirasakan seluruh rakyat,” ujarnya.

Senada, Ekonom Senior INDEF sekaligus President of ASAE, Prof. Dr. Bustanul Arifin, menegaskan pentingnya memperkuat hulu perkebunan rakyat serta strategi diplomasi internasional di tengah lonjakan kebutuhan energi domestik dan pengetatan aturan perdagangan global.

“Sawit berkelanjutan adalah keniscayaan nasional, bukan sekadar respons atas desakan luar negeri. Kunci daya saing kita ke depan terletak pada peremajaan kebun rakyat untuk memangkas yield gap, percepatan sertifikasi ISPO/RSPO, serta penguatan kemitraan adil antara petani, BUMN, dan swasta,” ujar Prof. Bustanul Arifin yang juga merupakan pakar ekonomi pertanian ini.

Pandangan tentang peran media dan kepentingan nasional juga disampaikan Agus Sudibyo, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat. Ia menekankan bahwa kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap kepentingan nasional.

“Kebebasan pers itu universal. Tetapi kesejahteraan nasional itu nilainya lebih tinggi. Bagi mereka (negara luar), kebebasan pers adalah instrumen untuk mencapai hal yang lebih tinggi, yaitu kepentingan nasional dan kejayaan bangsa sendiri. Makanya, mereka sangat protektif terhadap produk-produk yang mereka hasilkan,” ujar Mantan Anggota Dewan Pers ini.

Oleh karena itu, Agus setuju pers harus memberitakan kelapa sawit Indonesia tanpa kehilangan sikap kritis dan tanpa membebek pada industri. Namun, media juga harus sadar bahwa sawit memiliki peran strategis:

  1. Penyumbang devisa non-migas terbesar
  2. Menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar
  3. Menopang perekonomian daerah
  4. Mendukung ketahanan serta kemandirian energi dan pengembangan biodiesel
  5. Mendukung penyediaan minyak nabati dan bahan baku industri pangan

“Perhatian kita terhadap isu lingkungan dan masalah lainnya terkait sawit minimal harus seimbang dengan apresiasi, pembelaan, dan pengakuan kita bahwa sawit adalah saka guru atau pilar utama perekonomian nasional. Minimal harus seimbang,” tegasnya.

Ia menambahkan, di negara lain pembelaan terhadap produk sawit atau minyak nabati domestik justru lebih kuat, sementara kritiknya lebih sedikit.

“Oleh sebab itu, kebebasan pers, profesionalisme media, dan sikap kritis terhadap industri sawit jangan sampai hilang jika memang ada masalah. Tetapi, kita juga harus semakin sadar mengenai apa kepentingan nasional kita dalam diskursus tentang minyak nabati global,” pungkas Agus Sudibyo.

Melalui forum edukatif ini, PWI dan GAPKI berharap insan pers memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait dinamika sawit nasional, sehingga karya jurnalistik yang dihasilkan selalu jernih, objektif, dan mencerdaskan publik.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • Sudah Lama Diperingatkan, Bangunan Liar di Mutiara Gading Timur Akhirnya Ditertibkan

    Sudah Lama Diperingatkan, Bangunan Liar di Mutiara Gading Timur Akhirnya Ditertibkan

    • visibility 12
    • 0Komentar

    Bekasi, mitracakrawala.com – Pemerintah Kecamatan Mustika Jaya bersama unsur TNI-Polri dan jajaran kewilayahan melakukan penertiban dan pembongkaran bangunan liar di Jalan Perumahan Mutiara Gading Timur, RT 07/RW 31, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Kamis (1/10/2026). Kegiatan penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Camat Mustika Jaya Maka Nachrowi, S.AP., M.S.I., bersama Lurah Cimuning Aos Karsanuddin, S.H., Lurah […]

  • SDN 8 Cibodas Gelar Sholat Dhuha Bersama, Tanamkan Karakter Religius Sejak Dini

    SDN 8 Cibodas Gelar Sholat Dhuha Bersama, Tanamkan Karakter Religius Sejak Dini

    • visibility 33
    • 0Komentar

    Kota Tangerang, mitracakrawala.com – Sebagai bagian dari kegiatan rutin, SDN 8 Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang melaksanakan Sholat Dhuha bersama dengan penuh khidmat. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6. Sholat dhuha berjamaah dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SDN 8 Cibodas, H. Taryudi, S.Ag.,M.Pd. Suasana […]

  • IWO Indonesia DPW Jakarta Raya Audiensi ke Dispora DKI, Jajaki Kemitraan Kepemudaan dan Olahraga

    IWO Indonesia DPW Jakarta Raya Audiensi ke Dispora DKI, Jajaki Kemitraan Kepemudaan dan Olahraga

    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA, mitracakrawala.com — IWO Indonesia DPW Jakarta Raya melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta, Jumat (18/9/2026). Rombongan yang dipimpin Ketua DPW IWO Indonesia Jakarta Raya Abdul Muis, SE, bersama jajaran pengurus, diterima oleh Sekertaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta Zuhud Pana Graha, S.H., M.Si.. di Gedung […]

  • Wamenaker: Higiene Industri hingga K3 Penting Cegah Kecelakaan Kerja

    Wamenaker: Higiene Industri hingga K3 Penting Cegah Kecelakaan Kerja

    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta , mitracakrawala.com— Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya penerapan higiene industri untuk mengidentifikasi dan mengendalikan faktor bahaya di tempat kerja. Upaya tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pekerja. “Tanpa higiene industri yang baik, potensi produktivitas tenaga kerja muda kita tidak akan tercapai secara maksimal,” ujar Afriansyah saat menjadi […]

  • Menkeu Purbaya Digantikan Suahasil Nazara sebagai Menkeu yang Baru

    Menkeu Purbaya Digantikan Suahasil Nazara sebagai Menkeu yang Baru

    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta, mitracakrawala.com – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru setahun menjabat sebagai Bendahara Negara itu. Pergantian itu tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 97p Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029. “Demi Tuhan Saya berjanji […]

  • Tanggapan Lurah Jurangrejo Terkait Dugaan Telah Menjual Tanah Kas Desa Disangkal oleh Warga

    Tanggapan Lurah Jurangrejo Terkait Dugaan Telah Menjual Tanah Kas Desa Disangkal oleh Warga

    • visibility 28
    • 0Komentar

    Gunungkidul, mitracakrawala.com – Dengan adanya pemberitaan terkait dugaan penjualan tanah TKD, Lurah Jurangjero menanggapi dan menyangkal lewat unggahan Video amatirnya, Jumat (25/9/2026). Dalam video yang tersebar, Lurah Jurangjero menegaskan bahwa pemberitaan tersebut adalah hoax. “Saya pastikan berita tersebut hoax dan saya tidak cacat hukum,” ucap lurah. Namun dari informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah pihak menyangkal […]

expand_less