KABAR UTAMA
light_mode

59 peserta dari dalam dan luar karangmojo berebut 2 kursi pamong kalurahan Bejiharjo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karangmojo, mitracakrawala.com –
Pagi itu, halaman SMPN 2 Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, DIY, terasa lebih ramai dari biasanya.

Bukan anak-anak sekolah yang datang. Tapi puluhan anak muda dengan wajah tegang, membawa map, membawa pulpen, dan membawa harapan yang jauh lebih besar dari sekadar lulus ujian.

Mereka datang untuk satu tujuan: mengabdi menjadi Pamong Kalurahan Bejiharjo.

Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, menggelar Seleksi Tes Perekrutan 2 Pamong Kalurahan, yaitu Danarto dan Pangripto. Dua jabatan yang terlihat sederhana, tapi memiliki tanggung jawab yang sangat besar bagi kehidupan warga Bejiharjo.

Dua kursi. Puluhan pelamar. Satu hari penentuan.
dari 63 menjadi 59 yang 4 karena mengundurkan diri

Perjalanan seleksi ini sejatinya dimulai jauh sebelum hari test .

Awalnya, ada 63 orang yang mendaftarkan diri Angka yang luar biasa untuk sebuah kalurahan. Itu artinya, 63 anak muda Bejiharjo masih punya keinginan kuat untuk mengabdi di desanya sendiri, tidak melulu merantau ke kota.

Namun takdir berkata lain. Sebelum test dimulai, 4 orang mundur.

4 orang mengundurkan diri karena alasan masing-masing. Dan 1 orang mengalami kecelakaan, sehingga tidak bisa mengikuti test.

Bukan karena mereka tidak mampu. Bukan karena mereka tidak layak. Tapi karena keadaan yang memaksa mereka untuk berhenti sejenak.

“Kami turut prihatin. Bagi yang mengundurkan diri dan yang kecelakaan, kami doakan yang terbaik. Semoga masih ada kesempatan lain untuk mengabdi,” ujar salah satu panitia dengan nada haru.

Akhirnya, yang benar-benar hadir dan mengikuti test sebanyak 59 peserta.

Rinciannya:

  • Pangripto: 26 peserta
  • Danarto: 37 peserta

Total 63 pendaftar, dikurangi 4 yang tidak hadir, menjadi 59 pejuang yang bertahan di arena.

59 orang ini bukan sekadar angka , 59 ini adalah 59 cerita. Ada yang sudah berbulan-bulan belajar malam. Ada yang rela cuti dari pekerjaannya. Ada yang diantar orang tuanya dari pagi buta dengan doa yang tak putus-putus.

Lurah Bejiharjo, Sigit Wibowo Nugroho, hadir langsung memantau jalannya seleksi.

Dalam keterangannya, Sigit menjelaskan bahwa sistem test yang digunakan kali ini dirancang agar benar-benar transparan, adil, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Test meliputi dua tahap besar:

  1. Test Tertulis (Pengetahuan umum)
    Peserta mengerjakan soal secara komputer. Tidak ada lagi kertas yang bisa dititip-titip. Nilai langsung keluar dari sistem. Transparan dan tidak bisa diatur-atur.
  2. Test Praktek (meng oprasionalkan komputer Exel sama Word)
    Setelah tertulis, peserta diuji kemampuan praktek dan pengetahuan umum. Karena menjadi pamong itu bukan hanya soal pintar di atas kertas, tapi juga soal bisa bekerja di lapangan, bisa menghadapi warga, bisa menyelesaikan masalah.

“Sebelum test dilaksanakan, kami sudah adakan pembekalan dari panitia dan dari IRDA Kabupaten Gunungkidul. Jadi semua peserta sudah dibekali, sudah tahu aturan mainnya, sudah tahu apa yang akan diujikan. Kami ingin seleksi ini jujur dan bersih,” jelas Sigit Wibowo Nugroho.

Pembekalan dari Inspektorat Daerah (IRDA) Kabupaten Gunungkidul ini menjadi bukti bahwa Kalurahan Bejiharjo ingin seleksi ini berjalan sesuai aturan, tidak ada titipan, tidak ada main belakang.

Begitu test dimulai, suasana SMPN 2 Karangmojo berubah menjadi hening.

Di ruang CBT, hanya terdengar suara klik mouse dan desahan napas peserta yang menahan gugup. Ada yang mengusap dahi. Ada yang memejamkan mata sejenak sambil berdoa sebelum menjawab soal. Ada yang tersenyum lega setelah menyelesaikan satu soal yang sulit.

Di luar ruang, orang tua dan keluarga menunggu dengan cemas. Ada ibu yang menggenggam tasbih sambil terus berdoa. Ada bapak yang mondar-mandir di parkiran sambil menunggu kabar dari anaknya.

Inilah sisi humanis dari sebuah seleksi pamong . Di balik soal-soal CBT dan praktek, ada doa-doa orang tua yang berharap anaknya bisa lulus dan mengabdi di kampung halamannya sendiri.

Menjadi pamong itu bukan sekadar dapat gaji dan jabatan. Menjadi pamong itu berarti menjadi tempat warga mengadu saat ada masalah. Menjadi Danarto berarti mengurus keamanan, ketertiban, dan ketentraman warga. Menjadi Pangripto berarti mengurus administrasi, surat-menyurat, dan pelayanan yang menjadi urat nadi kalurahan.

Dua jabatan ini adalah dua pilar penting Bejiharjo.
Di akhir keterangannya, Lurah Sigit Wibowo Nugroho menyampaikan harapannya dengan tulus.

“Harapan saya, semoga test berjalan dengan lancar, tidak ada kendala apapun. Yang terpilih semoga menjadi pamong yang bisa bekerja sama dengan baik dengan pamong kalurahan lainnya, dan bekerja dengan baik sesuai tupoksinya,” ujar Sigit.

Kalimat itu sederhana, tapi maknanya dalam Bos ku.

Sigit tidak meminta yang terpilih menjadi orang yang paling hebat sendirian. Ia meminta yang terpilih menjadi orang yang bisa bekerja sama. Karena kalurahan tidak bisa dijalankan oleh satu orang superman. Kalurahan dijalankan oleh tim yang solid, yang saling mengerti, saling membantu, dan saling menguatkan.

Ia juga menekankan soal tupoksi. Bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi. Danarto ya bekerja sebagai Danarto. Pangripto ya bekerja sebagai Pangripto. Tidak saling berebut wewenang, tidak saling lempar tanggung jawab.
Bagi 59 peserta yang hari itu berjuang, apapun hasilnya nanti, mereka sudah menjadi pemenang Bos ku.

Mereka sudah berani mendaftar. Mereka sudah berani datang. Mereka sudah berani bertarung secara jujur di hadapan 58 pesaing lainnya.

Bagi 2 orang yang nanti terpilih, perjuangan baru saja dimulai. Mereka akan memikul amanah ribuan warga Bejiharjo.

Dan bagi 57 orang yang belum terpilih, ini bukan akhir. Ini adalah pengalaman. Bahwa mereka pernah berjuang untuk desanya. Bahwa mereka pernah menaruh harapan untuk mengabdi.

Karena Bejiharjo tidak hanya butuh 2 pamong. Bejiharjo butuh 59 anak muda yang peduli, yang mau terlibat, yang mau memajukan kalurahannya, dengan atau tanpa jabatan.

Hari itu di SMPN 2 Karangmojo, bukan hanya test yang digelar. Tapi harapan baru sedang ditanam. Harapan bahwa Bejiharjo ke depan akan dipimpin dan dilayani oleh pamong-pamong yang jujur, transparan, dan mau bekerja sama untuk warganya.
(Red)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • BANTEN INOVATIF EXPO 2026 BIDIK PANGGUNG NASIONAL! BUPATI TANGERANG MAESYAL RASYID TERIMA PANITIA, DELAPAN DAERAH DIDORONG BERSATU DALAM SATU KEKUATAN EKONOMI

    BANTEN INOVATIF EXPO 2026 BIDIK PANGGUNG NASIONAL! BUPATI TANGERANG MAESYAL RASYID TERIMA PANITIA, DELAPAN DAERAH DIDORONG BERSATU DALAM SATU KEKUATAN EKONOMI

    • visibility 25
    • 0Komentar

    TIGARAKSA, BANTEN — Banten tidak kekurangan potensi, tetapi potensi besar membutuhkan panggung bersama agar mampu menjelma menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Semangat itulah yang diusung dalam gagasan Banten Inovatif Expo 2026 (BIE 2026), sebuah inisiatif yang diarahkan untuk mempertemukan potensi UMKM, inovasi digital, investasi, pariwisata, dan kekayaan budaya dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten. Dalam […]

  • 17 Tahun Festival Palang Pintu Kemang, Bang Haji Edi Bawa Semangat Regenerasi

    17 Tahun Festival Palang Pintu Kemang, Bang Haji Edi Bawa Semangat Regenerasi

    • visibility 61
    • 0Komentar

    Jakarta, mitracakrawala.com — Festival Palang Pintu Kemang memasuki penyelenggaraan ke-17 pada 2026 dengan membawa semangat baru. Bang Haji Edi, Founder Festival Palang Pintu Kemang, mendorong regenerasi dengan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian seni dan budaya. Penyelenggaraan tahun ini membawa konsep perubahan, regenerasi dan reformasi, sekaligus menjadi bagian dari semangat […]

  • IWO Indonesia DPW Jakarta Sambangi DPRD DKI, Pers Harus Jujur, Faktual dan Mengedukasi

    IWO Indonesia DPW Jakarta Sambangi DPRD DKI, Pers Harus Jujur, Faktual dan Mengedukasi

    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAKARTA I MCN – Jajaran pengurus Ikatan Wartawan Online Indonesia DPW Jakarta Raya menyambangi DPRD DKI Jakarta pada Kamis (1/10/2026). Kedatangan pengurus asosiasi jurnalis ini dalam rangka audiensi dan silaturahmi. DPRD DKI yang diwakili Dr. H. Abdurrahman Suhaimi, Lc., M.A., dari Fraksi PKS menyambut baik kedatangan jajaran pengurus IWO Indonesia dan membuka peluang kemitraan jangka […]

  • HUT KE-67 PEMUDA PANCASILA, MPW BANTEN SANTUNI 1.000 ANAK YATIM, PAC WALANTAKA BERHARAP DAPAT TURUT BERKONTRIBUSI

    HUT KE-67 PEMUDA PANCASILA, MPW BANTEN SANTUNI 1.000 ANAK YATIM, PAC WALANTAKA BERHARAP DAPAT TURUT BERKONTRIBUSI

    • visibility 42
    • 0Komentar

    SERANG, BANTEN — Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Banten menggelar kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila, pada 28 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menegaskan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Santunan tersebut bukan […]

  • KH Abdul Hakim Mahfudz Resmi Pimpin PBNU Masa Khidmat 2026-2031

    KH Abdul Hakim Mahfudz Resmi Pimpin PBNU Masa Khidmat 2026-2031

    • visibility 64
    • 0Komentar

    Jombang, mitracakrawala.com – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Penetapan itu dilakukan dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Keputusan tersebut juga mengakhiri rangkaian pemilihan pimpinan organisasi Islam terbesar Indonesia dalam muktamar tahun ini tersebut. Gus […]

  • Mevi Amirullah: Jangan Tunggu Roboh, Keselamatan Nenek Sukiyah Harus Jadi Prioritas

    Mevi Amirullah: Jangan Tunggu Roboh, Keselamatan Nenek Sukiyah Harus Jadi Prioritas

    • visibility 34
    • 0Komentar

    Rajeg, MCN – Ketua DPW Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Provinsi Banten, Mevi Amirullah, menyampaikan keprihatinan atas kondisi rumah Ibu Sukiyah, warga Kampung Rajeg Pabuaran RT/RW 04/001, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang berdasarkan informasi dan kondisi lapangan membutuhkan perhatian serius. “Ini bukan sekadar persoalan rumah yang rusak. Ini menyangkut keselamatan dan martabat […]

expand_less