KABAR UTAMA
light_mode

Pendamping Pasien Juga Perlu Dijaga, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 2.000 pendamping pasien, CMO Primaya Hospital dr. Esther Ramono menyapa langsung pasien hemodialisis di Primaya Hospital Bekasi Timur

Jakarta, 4 September 2026 — Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 sekaligus menandai dua dekade perjalanan, Primaya Hospital Group menghadirkan 2.000 pemeriksaan mini medical check-up (MCU) gratis bagi pendamping pasien di 20 jaringan rumah sakit Primaya di Indonesia. Mengusung tema “20 Years of Excellence – Care That Matters to You,” inisiatif ini menjadi bentuk apresiasi Primaya Hospital kepada mereka yang turut hadir mendampingi pasien selama menjalani perawatan.

Chief Medical Officer Primaya Hospital Group, dr. Esther Ramono, mengatakan, dua puluh tahun perjalanan Primaya Hospital mengajarkan bahwa di balik setiap pasien, ada keluarga atau orang terdekat yang turut menjalani proses perawatan. “Tidak jarang pendamping lebih sibuk memastikan orang yang mereka sayangi baik-baik saja hingga lupa memperhatikan kondisi dirinya sendiri. Melalui 2.000 mini MCU gratis ini, kami ingin mengajak mereka untuk sesekali memberikan perhatian kepada kesehatannya sendiri. Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para pendamping yang selalu hadir di sisi pasien,” ujarnya.

Pada momen yang sama, dr. Esther Ramono juga menyapa langsung para pasien hemodialisis (cuci darah) di Primaya Hospital Bekasi Timur. Salah satunya adalah Christiawan Heri, pasien yang telah menjalani hemodialisis selama kurang lebih dua tahun di bawah perawatan dr. I Putu Arsana, Sp.PD, K-GH.

Heri mengaku merasa nyaman selama menjalani perawatan di Primaya Hospital Bekasi Timur karena mendapatkan pelayanan yang ramah dan menyenangkan. Meskipun menjalani hemodialisis hingga dua kali dalam seminggu dan kerap datang tanpa didampingi keluarga, ia merasa tetap mendapatkan perhatian dari dokter dan perawat.

“Walaupun saya melakukan cuci darah dua kali seminggu dan biasanya tidak didampingi keluarga, di sini saya merasa dianggap sebagai keluarga oleh dokter dan perawat yang sigap dan perhatian. Ada satu kata yang membekas bagi saya. Setiap kali saya mengucapkan terima kasih, seluruh petugas di rumah sakit ini selalu menjawab, ‘Dengan senang hati’. Mungkin bagi mereka itu bagian dari ketentuan perusahaan, tetapi bagi saya, ucapan itu membuat saya merasa disambut dengan hangat dan diperlakukan tanpa diskriminasi,” tutur Heri.

Pengalaman tersebut sejalan dengan upaya Primaya Hospital Bekasi Timur dalam memberikan pendampingan berkelanjutan bagi pasien hemodialisis. Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, mengatakan bahwa perawatan hemodialisis membutuhkan konsistensi, mengingat pasien harus menjalani terapi secara rutin dalam jangka panjang.

“Pasien hemodialisis memiliki perjalanan perawatan yang panjang dan membutuhkan dukungan yang konsisten. Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga berupaya memastikan kebutuhan dan perkembangan pasien dapat terus terpantau. Salah satunya melalui program Sahabat Hemodialisis, sebuah inisiatif pendampingan berkelanjutan yang dilengkapi dengan logbook untuk memonitor kondisi pasien, baik selama berada di rumah sakit maupun saat di rumah,” ungkap dr. Meizar.

Menurut dr. Meizar, pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pasien merasa lebih nyaman dalam menjalani terapi yang menjadi bagian dari keseharian mereka. “Menjalani hemodialisis secara rutin tentu bukan perjalanan yang mudah. Melalui Sahabat Hemodialisis, kami ingin membangun hubungan yang membuat pasien merasa didengar dan diperhatikan sepanjang prosesnya. Bagi kami, kualitas pengalaman pasien merupakan bagian penting dari layanan yang kami berikan,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Mini MCU dan kunjungan ke unit hemodialisis tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pelanggan Nasional sekaligus rangkaian HUT ke-20 Primaya Hospital Group. Melalui momentum ini, Primaya Hospital ingin menghadirkan apresiasi yang lebih dekat kepada pasien, pendamping, dan keluarga yang menjadi bagian dari perjalanan pelayanan kesehatan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • Diduga Tipu 2 Warga Karawang Ratusan Juta, Wanita Berinisial NA Dilaporkan ke Polisi

    Diduga Tipu 2 Warga Karawang Ratusan Juta, Wanita Berinisial NA Dilaporkan ke Polisi

    • visibility 30
    • 0Komentar

    Karawang, mitracakrawala.com — Kasus dugaan penipuan dengan modus pinjaman uang kembali mencuat di Kabupaten Karawang. Dua warga Karawang Barat. Megawati dan Iwan Kriswana, secara resmi melaporkan seorang wanita berinisial NA ke Polres Karawang pada Jumat, 11 September 2026. Keduanya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian/Piket Reskrim Polres Karawang didampingi oleh Ketua Umum IWO Indonesia sebagai kuasa hukum […]

  • Driver Prubumi LontarTolak Penambahan Mitra Armada Baru Pengiriman FABA

    Driver Prubumi LontarTolak Penambahan Mitra Armada Baru Pengiriman FABA

    • visibility 47
    • 0Komentar

    Tangerang, mitracakrawala.com – Driver Lokal Pribumi Lontar yang berkumpul di area jalan PLTU dan selama ini melaksanakan pengangkutan FABA ke desa-desa, menyampaikan aspirasi dan keberatan kepada pihak PLTU 3 Lontar, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, terkait rencana penambahan mitra armada baru dari luar wilayah. Menurut Dede Pardede, selaku perwakilan Driver Lokal Pribumi Lontar, […]

  • Ada Apa DLHK Kabupaten Tangerang? Armada Truk Sampah Plat Hitam Disebut Atas Nama Mitra

    Ada Apa DLHK Kabupaten Tangerang? Armada Truk Sampah Plat Hitam Disebut Atas Nama Mitra

    • visibility 89
    • 0Komentar

    Tangerang, mitracakrawala.com — Kebijakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang dalam mengoptimalkan penerimaan retribusi pelayanan persampahan kini menjadi sorotan. Bukan karena target pendapatan daerahnya, melainkan karena muncul informasi mengenai perubahan pola pengangkutan sampah di sejumlah kawasan perumahan yang sebelumnya dilayani menggunakan armada milik Pemerintah Kabupaten Tangerang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah perumahan yang […]

  • DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Tetapkan APBD Perubahan 2026

    DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Tetapkan APBD Perubahan 2026

    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta, mitracakrawala.com – DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna yang membahas dan menyetujui anggaran perubahan APBD Provinsi DKI Jakarta pada Selasa 22 September 2026 di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Dalam keterangannya kepada awak media, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, S.E., M.M. mengungkapkan persetujuan serta penetapan untuk perubahan APBD Provinsi DKI Jakarta tahun 2026. […]

  • SKTM 20 kV di Cibeber Cilegon Disorot, Izin, K3 dan Dugaan Aliran Air ke Jalan Dipertanyakan

    SKTM 20 kV di Cibeber Cilegon Disorot, Izin, K3 dan Dugaan Aliran Air ke Jalan Dipertanyakan

    • visibility 38
    • 0Komentar

    Cilegon, intip24news.com — Pekerjaan pemasangan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) 20 kV di wilayah Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, menjadi sorotan. Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diterima redaksi, aktivitas pekerjaan yang diduga berkaitan dengan pembangunan jaringan SKTM 20 kV di sekitar kawasan Cilegon Green Megablock tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan terkait legalitas pekerjaan, perizinan, penerapan Keselamatan dan […]

  • Kabel SKTM 20 kV Melintas Utilitas Tol, Cukupkah Hanya Ditutup Adukan Semen?

    Kabel SKTM 20 kV Melintas Utilitas Tol, Cukupkah Hanya Ditutup Adukan Semen?

    • visibility 35
    • 0Komentar

    Cilegon, mitracakrawala.com — Pekerjaan pemasangan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) 20 kV di wilayah Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, menyisakan pertanyaan serius. Sorotan kali ini bukan terhadap pembangunan jaringan listriknya, melainkan terhadap metode pelindungan kabel ketika melintasi utilitas yang berkaitan dengan jalan tol. Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diterima redaksi, kabel SKTM 20 kV pada titik […]

expand_less