KABAR UTAMA
light_mode

HPN 2027 Di Lampung Inklusif dan Kalaboratif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, mitracakrawala.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menegaskan tetap menjalankan peran sebagai penanggung jawab dan penyelenggara Hari Pers Nasional (HPN) 2027, dengan komitmen memperluas keterlibatan seluruh konstituen Dewan Pers agar perhelatan nasional insan pers tersebut semakin inklusif dan merepresentasikan seluruh ekosistem pers Indonesia.

Penegasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Dewan Pers dan Pengurus Pusat PWI di Jakarta, Rabu (2/9/2026), yang secara khusus membahas penyelenggaraan HPN dan wacana perubahan tata kelolanya.

Pertemuan dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, serta anggota Dewan Pers Abdul Manan, Muhammad Jazuli, Yogi Hadi Iswanto, Maha Eka Swasta, dan Rosarita Niken Widiastuti.

Delegasi PWI dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari, Sekretaris Jenderal Marthen Selamet Susanto, Wakil Bendahara Umum Badar Subur, Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu, Marah Sakti Siregar, serta sejumlah pengurus PWI Pusat lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, PWI juga menyerahkan pendapat hukum resmi sebagai bagian dari penjelasan mengenai landasan hukum, sejarah, dan praktik kelembagaan penyelenggaraan HPN selama ini.

PWI Jelaskan Akar Sejarah HPN

Di hadapan pimpinan dan anggota Dewan Pers, Akhmad Munir memaparkan sejarah lahirnya HPN yang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan PWI.

Tanggal 9 Februari yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional memiliki hubungan historis langsung dengan kelahiran PWI pada 9 Februari 1946 di Surakarta.

Gagasan penetapan Hari Pers Nasional secara formal kemudian lahir dari Kongres PWI di Padang pada 1978, dibahas dalam forum Dewan Pers pada masa itu, dan akhirnya memperoleh pengakuan negara melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.

“Pemilihan tanggal 9 Februari memiliki kaitan sejarah yang tidak terpisahkan dengan berdirinya PWI pada 1946. Karena itu, kedudukan historis dan kelembagaan PWI dalam penyelenggaraan HPN tidak dapat begitu saja disamakan dengan organisasi pers lainnya,” kata Akhmad Munir.

Munir menjelaskan, selama kurang lebih empat dekade PWI secara konsisten menjalankan tanggung jawab penyelenggaraan HPN dengan melibatkan pemerintah, Dewan Pers, pemerintah daerah, organisasi pers, perusahaan pers, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai unsur masyarakat.

Praktik yang berlangsung selama puluhan tahun tersebut, menurut PWI, telah membentuk kontinuitas kelembagaan yang harus menjadi salah satu pertimbangan penting apabila tata kelola HPN hendak diperbarui.

Bahkan dalam Siaran Pers Dewan Pers tanggal 31 Agustus 2026, PWI disebut sebagai organisasi wartawan yang selama ini menjadi penanggung jawab dan penyelenggara HPN.

Dalam pertemuan itu PWI juga menegaskan bahwa Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 masih menjadi dasar hukum penetapan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.

PWI memahami adanya pandangan bahwa Keppres tersebut perlu diperbarui karena lahir sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan tidak mengatur secara eksplisit siapa yang menjadi penanggung jawab HPN.

Namun menurut PWI, keadaan tersebut tidak serta-merta memberikan kewenangan kepada suatu lembaga atau organisasi pers untuk secara sepihak mengganti praktik penyelenggaraan yang selama ini telah berjalan.

“PWI tidak menolak apabila regulasi HPN hendak diperbarui. Tetapi sepanjang belum ada ketentuan hukum baru yang sah, kontinuitas penyelenggaraan HPN harus terus dijaga sebagai momentum persatuan insan pers nasional,” ujar Munir.

PWI juga menegaskan hubungan ideal antara Dewan Pers dan organisasi-organisasi pers berdasarkan Undang-Undang Pers adalah hubungan kemitraan dalam membangun kehidupan pers nasional.

Karena itu, upaya memperluas keterlibatan konstituen Dewan Pers dalam HPN harus ditempatkan dalam kerangka kolaborasi dan penguatan HPN, bukan menjadi alasan untuk mempertentangkan organisasi pers satu dengan lainnya.

Dewan Pers Dorong HPN Lebih Inklusif

Penjelasan sejarah, hukum, dan kelembagaan yang disampaikan PWI mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut.

Secara umum, para anggota Dewan Pers dapat memahami penjelasan mengenai posisi historis PWI dalam HPN. Sejumlah anggota Dewan Pers, di antaranya Muhammad Jazuli, Yogi Hadi Iswanto, Maha Eka Swasta, Rosarita Niken Widiastuti, serta Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, menyampaikan pandangan yang pada pokoknya mendorong agar penyelenggaraan HPN 2027 apabila tetap berada di bawah tanggung jawab PWI dilaksanakan secara lebih inklusif dan akomodatif terhadap konstituen Dewan Pers lainnya.

Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat juga menekankan pentingnya semangat inklusivitas dalam penyelenggaraan HPN ke depan.

Akhmad Munir menyambut positif pandangan tersebut.

Menurutnya, mempertahankan sejarah dan kontinuitas kelembagaan PWI tidak berarti menjadikan HPN sebagai kegiatan eksklusif PWI.

“HPN adalah milik seluruh insan pers Indonesia. PWI tidak pernah mengklaim HPN sebagai milik eksklusif PWI. Justru kami menyambut baik apabila seluruh konstituen Dewan Pers dapat terlibat secara aktif sehingga HPN benar-benar menjadi rumah bersama masyarakat pers Indonesia,” katanya.

PWI pun menyatakan siap membuka ruang keterlibatan lebih luas bagi seluruh konstituen Dewan Pers dalam penyelenggaraan HPN 2027, baik dalam kepanitiaan, penyusunan agenda maupun berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HPN.

Dalam pertemuan tersebut, anggota Dewan Pers Abdul Manan meminta PWI memperhatikan pula nuansa psikologis organisasi-organisasi konstituen lainnya apabila PWI tetap menjadi penanggung jawab HPN.

PWI menghormati pandangan tersebut dan terbuka terhadap pembahasan pembaruan regulasi HPN.

Namun PWI berpandangan setiap perubahan harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang tepat, berdasarkan kajian sejarah dan hukum secara utuh, serta melibatkan para pemangku kepentingan pers, termasuk PWI sebagai organisasi yang mempunyai hubungan historis langsung dengan lahirnya HPN.

Bagi PWI, pembaruan regulasi tidak seharusnya menghilangkan fakta sejarah yang justru menjadi alasan tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.

PWI Siap Rangkul Seluruh Konstituen pada HPN 2027

Pertemuan tersebut sekaligus membuka jalan bagi penyelenggaraan HPN 2027 yang lebih kolaboratif.

PWI memandang aspirasi Dewan Pers mengenai inklusivitas dapat diakomodasi tanpa harus memutus kontinuitas kelembagaan penyelenggaraan HPN yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Karena itu, PWI akan mempersiapkan penyelenggaraan HPN 2027 dengan semangat baru: mempertahankan sejarah, memperkuat persatuan, dan memperluas partisipasi seluruh elemen pers nasional.

“HPN milik seluruh insan pers nasional. Kami menyambut baik keterlibatan aktif seluruh konstituen Dewan Pers. Namun sejarah dan kedudukan kelembagaan PWI tidak dapat dialihkan begitu saja tanpa dasar hukum yang sah. Selama belum terdapat regulasi baru, PWI akan melanjutkan tanggung jawabnya dan bersiap menyelenggarakan HPN 2027 bersama seluruh elemen pers nasional,” tegas Akhmad Munir.

PWI berharap dengan pertemuan ini akar sejarah kelahiran HPN tetap kita hormati, dengan penyelenggaraannyg semakin terbuka, inklusif, kalaboratif dan menjadi representasi semangat bersama seluruh masyarakat pers Indonesia.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bekasi, Dorong Kader Turun Langsung ke Masyarakat

    Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bekasi, Dorong Kader Turun Langsung ke Masyarakat

    • visibility 27
    • 0Komentar

    Bekasi, mitracakrawala.com – Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kabupaten Bekasi di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Minggu (27/9/2026). Selain kehadiran Presiden RI ke-7 itu, tampak hadir sejumlah jajaran pengurus PSI, di antaranya Ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi H. Ridho Choirul Umam, Sekretaris DPD PSI […]

  • Polresta Tangerang Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ingatkan Pakai Masker

    Polresta Tangerang Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ingatkan Pakai Masker

    • visibility 33
    • 0Komentar

    Tangerang, mitracakrawala.com – Polresta Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Warga diminta mengutamakan keselamatan, menjaga kesehatan, serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, masyarakat perlu mengambil langkah pencegahan apabila terjadi hujan abu vulkanik di […]

  • Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Jajaran Polresta Tangerang Bagikan Masker ke Pengguna Jalan

    Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Jajaran Polresta Tangerang Bagikan Masker ke Pengguna Jalan

    • visibility 31
    • 0Komentar

    Tangerang, mitracakrawala.com – Kekhawatiran terhadap dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) direspons Polresta Tangerang. Senin (7/9/2026), puluhan personel Polresta Tangerang membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Baru Pemda, Lampu Merah Cikupa. Selain personel polres, kegiatan pembagian masker juga dilaksanakan jajaran polsek di berbagai titik. “Kegiatan ini menjadi bagian […]

  • SKTM 20 kV di Periuk Kembali Disorot, Pekerjaan Asal Jadi? PLN UP3 Teluknaga Bungkam

    SKTM 20 kV di Periuk Kembali Disorot, Pekerjaan Asal Jadi? PLN UP3 Teluknaga Bungkam

    • visibility 5
    • 0Komentar

    KOTA TANGERANG – Luar biasa. Proyek Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) 20 kV di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena prestasinya, melainkan karena pola lamanya yang terus berulang: galian berantakan, debu beterbangan, material berserakan ke jalan, dan minimnya rambu keselamatan. Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, PLN UP3 Teluknaga sebagai penanggung […]

  • IWO I Jakarta Raya Serahkan Berkas ke Kesbangpol, Laporkan Keberadaan Organisasi di Ibu Kota

    IWO I Jakarta Raya Serahkan Berkas ke Kesbangpol, Laporkan Keberadaan Organisasi di Ibu Kota

    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jakarta, mitracakrawala.com – Kepengurusan Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO I) Provinsi DKI Jakarta mendatangi kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta , Senin (7/9/2026) Jajaran pengurus yang diketuai Abdul Muis, SE diterima oleh Kepala Sub kelompok (kasubkor) Organisasi Kemasyarakatan (ormas) Serta fungsional Analisa Fasilitasi Kelembagaan Politik, Mohamad Jajuli, S.Kom,I, M. A. Berkas […]

  • Usung Tagline “Kalitekuk Bangkit” Kasmanta siap Bawa Perubahan Layani dengan Hati untuk Kalitekuk Lebih Baik

    Usung Tagline “Kalitekuk Bangkit” Kasmanta siap Bawa Perubahan Layani dengan Hati untuk Kalitekuk Lebih Baik

    • visibility 83
    • 0Komentar

    Gunungkidul, mitracakrawala.com – Peta politik Pemilihan Lurah Kalitekuk 2026 semakin dinamis. Salah satu putra terbaik Kalurahan Kalitekuk, Kasmanta, secara resmi menyatakan maju sebagai Calon Lurah. Dengan semangat “KALITEKUK BANGKIT” dan slogan “Untuk Kalitekuk Yang Lebih Baik Hari Ini & Nanti”, Kasmanta memohon doa restu dan dukungan seluruh warga agar bisa mengabdikan diri membangun Kalitekuk yang […]

expand_less