KABAR UTAMA
light_mode

GENTING SUMMIT 2026: TANAH PAPUA TUNJUKKAN KOMITMEN NYATA CEGAH STUNTING, 5.502 KELUARGA BERISIKO JADI SASARAN INTERVENSI, KOLABORASI LINTAS SEKTOR RAIH PENGHARGAAN

  • account_circle Daus VanRose
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAPUA – Upaya membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, kuat, dan bebas stunting membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan pemerintah. Diperlukan kepedulian, gotong royong, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Semangat inilah yang menjadi landasan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

GENTING merupakan gerakan gotong royong masyarakat yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Program yang digagas Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, tersebut diarahkan untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kehadiran GENTING juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Lebih dari sekadar program bantuan sosial, GENTING menghadirkan pendekatan kolaboratif yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, layak, dan mendukung tumbuh kembang anak.

5.502 KELUARGA BERISIKO STUNTING DI TANAH PAPUA MENJADI SASARAN INTERVENSI

Salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan GENTING adalah menjangkau keluarga yang memiliki risiko stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga dengan balita dan baduta.

Berdasarkan data capaian yang disampaikan, terdapat sebanyak 5.502 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) yang menjadi sasaran perhatian dan intervensi di empat provinsi di Tanah Papua.

Rinciannya sebagai berikut:

  1. Provinsi Papua: 2.717 KRS.
  2. Provinsi Papua Selatan: 782 KRS.
  3. Provinsi Papua Pegunungan: 1.186 KRS.
  4. Provinsi Papua Tengah: 817 KRS.

Total tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan dukungan lintas sektor dalam memperkuat upaya pencegahan stunting di wilayah Papua.

SIAPA PENERIMA MANFAAT GENTING?

Penerima manfaat utama program GENTING adalah keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting, dengan prioritas:

  • Ibu hamil yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi dan pendampingan kesehatan.
  • Ibu menyusui yang membutuhkan dukungan nutrisi serta edukasi pengasuhan.
  • Bayi di bawah dua tahun (baduta) yang membutuhkan pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang.
  • Anak balita yang membutuhkan dukungan nutrisi, kesehatan, dan lingkungan tumbuh kembang yang sehat.
  • Keluarga berisiko stunting yang membutuhkan peningkatan kualitas hunian, sanitasi, akses air bersih, serta pemberdayaan ekonomi.

Dengan demikian, manfaat GENTING tidak hanya diarahkan kepada anak sebagai individu, tetapi juga kepada keluarga dan lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang.

Intervensi yang tepat sasaran diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mengurangi berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting.

GENTING BUKAN HANYA TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH

Salah satu kekuatan utama GENTING terletak pada keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Gerakan ini membuka ruang partisipasi bagi:

  1. Perseorangan atau individu.
  2. Perusahaan swasta.
  3. BUMN dan BUMD.
  4. Komunitas, LSM, dan kelompok masyarakat.
  5. Kalangan akademisi.
  6. Media massa.

Keterlibatan berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.

Dukungan yang diberikan tidak terbatas pada bantuan materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui:

  • Rumah layak huni.
  • Jamban sehat.
  • Akses air bersih.
  • Bantuan nutrisi.
  • Edukasi dan pendampingan keluarga.
  • Pemberdayaan ekonomi keluarga.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena persoalan stunting berkaitan erat dengan berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

GENTING SUMMIT 2026, SEJUMLAH PENGGERAK DI TANAH PAPUA MENERIMA PENGHARGAAN

Komitmen dan partisipasi berbagai pihak dalam mendukung gerakan pencegahan stunting turut mendapat perhatian dalam penyelenggaraan GENTING Summit 2026.

Sejumlah unsur dari empat provinsi di Tanah Papua memperoleh penghargaan berdasarkan kategori masing-masing.

  1. PROVINSI PAPUA
  • Kategori Kelompok/Komunitas: TP-PKK Provinsi Papua.
  • Kategori BUMD: Bank Pembangunan Daerah Papua.
  1. PROVINSI PAPUA TENGAH
  • Kategori Kelompok/Komunitas: Peduli Puncak.
  1. PROVINSI PAPUA SELATAN
  • Kategori BUMN: PT PLN (Persero) UP3 Merauke.
  1. PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN
  • Kategori Kelompok/Komunitas: ASN DP3AKB Kabupaten Yalimo.
  • Kategori Individu/Perorangan: Ibu Rode Nirigi, SKM.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keterlibatan unsur komunitas, lembaga pemerintah, badan usaha, dan individu dalam mendukung gerakan pencegahan stunting.

Partisipasi BUMN dan BUMD, termasuk PT PLN (Persero) UP3 Merauke dan Bank Pembangunan Daerah Papua, memperlihatkan pentingnya kontribusi dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan kualitas manusia.

MEMBANGUN GENERASI PAPUA, MEMBANGUN MASA DEPAN INDONESIA

Pencegahan stunting bukan pekerjaan jangka pendek. Dibutuhkan konsistensi, ketepatan sasaran, pengawasan pelaksanaan, serta keberlanjutan dukungan agar intervensi benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

Capaian 5.502 keluarga berisiko stunting yang menjadi sasaran di empat provinsi Papua merupakan gambaran pentingnya kerja bersama dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia.

Ke depan, keberhasilan GENTING tidak hanya diukur dari banyaknya pihak yang berpartisipasi atau penghargaan yang berhasil diraih, tetapi juga dari seberapa besar bantuan benar-benar diterima keluarga sasaran, bagaimana perubahan kualitas kehidupan mereka, serta sejauh mana intervensi tersebut berkontribusi terhadap pencegahan stunting.

Tanah Papua memiliki tantangan sekaligus potensi besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk memperluas jangkauan gerakan ini.

Pesan yang ditegaskan melalui GENTING Summit 2026 sangat jelas: mencegah stunting bukan semata-mata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

Sebab, setiap keluarga yang terbantu, setiap ibu yang memperoleh perhatian, dan setiap anak yang mendapatkan kesempatan tumbuh sehat merupakan bagian dari investasi besar bagi masa depan Indonesia.

GENTING: BERGERAK BERSAMA, BERGOTONG ROYONG, MEWUJUDKAN GENERASI INDONESIA YANG SEHAT, CERDAS, KUAT, DAN BEBAS STUNTING.

  • Penulis: Daus VanRose

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

expand_less