KABAR UTAMA
light_mode

Merasa Hak Diabaikan, Warga Lippo Village Gelar Aksi Damai Tuntut Kepastian Hukum

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tangerang, mitracakrawala.com – Ratusan warga penghuni kawasan Lippo Village Karawaci (LVK) menggelar aksi damai di depan kantor pengembang kawasan Lippo Karawaci, Rabu (28/10/2026).

Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut kepastian hukum terkait penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), kejelasan Akta Jual Beli (AJB), serta persoalan pengelolaan lingkungan yang dinilai berlarut-larut selama bertahun-tahun.

Warga yang berasal dari Lippo Barat, Lippo Sentral, Lippo Utara, dan Lippo Park Serpong menyampaikan aspirasi melalui aksi advokasi dan dialog damai yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB.

Dalam aksi tersebut, warga mengusung pesan, “Kami tidak datang untuk bermusuhan, kami datang untuk meminta kepastian.”

Juru bicara aksi, Albert mengatakan, aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap pengembang maupun pemerintah, melainkan upaya mendorong dialog terbuka demi memperoleh kejelasan hak dan kewajiban para pihak.

“Kami meminta transparansi dan akuntabilitas pengembang, terutama terkait status pengelolaan lingkungan serta kepemilikan aset yang berkaitan dengan kepentingan penghuni,” ujar Albert.

Ia memaparkan, berbagai jalur kelembagaan telah ditempuh untuk memperjuangkan penyelesaian persoalan tersebut.

“Upaya telah kami tempuh, seperti komunikasi internal, Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Tangerang dan DPRD Kabupaten Tangerang, hingga koordinasi dengan Dinas Perkimtan, PUPR, BPN, dan PTSP. Warga meminta jadwal penyelesaian atau roadmap yang konkret dan transparan,” demikian pernyataan perwakilan warga dalam keterangan aksi,” urai Albert.

Lima Tuntutan Warga

Dari pantauan INTIP24 News di lapangan, dalam aksi damai tersebut, warga menyampaikan lima tuntutan utama secara tertulis kepada manajemen pengembang. Mereka juga mendorong pembentukan forum komunikasi resmi tiga pihak (tripartit) yang melibatkan warga, pengembang, dan Pemerintah Kota Tangerang serta Pemerintah Kabupaten Tangerang sesuai kewenangannya.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU). Warga menyebut pengembang telah lebih dari 30 tahun belum menyerahkan PSU yang dipersoalkan kepada pemerintah daerah.

Para pendemo meminta kejelasan mengenai status aset tersebut, termasuk apakah masih tersedia atau telah beralih fungsi.

Selain itu, warga menuntut kepastian mengenai Akta Jual Beli (AJB) dan sertifikat kepemilikan tanah maupun bangunan.

Menurut mereka, selama ini pengembang hanya memberikan surat PPPU (Penegasan dan Persetujuan Pemesanan Unit) sebagai pengganti PPJB.

Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketidakpastian status kepemilikan serta berpotensi menimbulkan kendala finansial bagi warga yang hendak memindahkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank lain.

Persoalan lain berkaitan dengan pengelolaan IPKL. Warga mempertanyakan dasar kewenangan pengelola serta kebijakan yang diterapkan tanpa pelibatan penghuni.

Mereka juga menilai perlu ada kejelasan mengenai keberlakuan perjanjian pengikatan jual beli setelah AJB dan sertifikat diterbitkan, termasuk kewajiban penggunaan pengelola tertentu dan pembayaran biaya yang ditetapkan.

Warga meminta seluruh kebijakan pengelolaan lingkungan dan aset dilakukan secara transparan, dengan memberikan ruang partisipasi kepada pemilik rumah maupun bangunan.

Dorong Dialog dan Penyelesaian Konkret

Warga menilai kurangnya keterbukaan selama ini membuat mereka merasa dirugikan sebagai pihak yang telah membeli tanah, rumah, maupun bangunan di kawasan tersebut.

Sementara itu, perwakilan dari pengembang bersedia menerima perwakilan warga dengan syarat tidak boleh didampingi awak media. Hal mana justru menimbulkan tanda tanya lebih jauh terkait keterbukaan infornasi pengembang itu sendiri.

Hingga berita ini diterbitkan, belum didapat keterangan dari pihak pengembang mengenai tanggapan atas tuntutan warga. Konfirmasi dari pihak pengembang dan instansi terkait diperlukan untuk memperoleh penjelasan berimbang mengenai persoalan yang disampaikan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • BICARA DARI HATI, MELAYANI DENGAN EMPATI: PLT KEPALA PERWAKILAN BKKBN PROVINSI PAPUA DR. YUDA GANDA PUTRA DORONG EDUKASI KESEHATAN YANG HUMANIS DAN MENYENTUH MASYARAKAT

    BICARA DARI HATI, MELAYANI DENGAN EMPATI: PLT KEPALA PERWAKILAN BKKBN PROVINSI PAPUA DR. YUDA GANDA PUTRA DORONG EDUKASI KESEHATAN YANG HUMANIS DAN MENYENTUH MASYARAKAT

    • visibility 23
    • 0Komentar

    PAPUA — Komunikasi yang baik bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun pemahaman, menumbuhkan kepercayaan, dan menggerakkan masyarakat untuk mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan serta kesejahteraan keluarga. Semangat inilah yang tercermin dalam pesan “Bicara dari Hati: Pahami, Sampaikan dengan Hati”, sebuah pendekatan komunikasi yang menekankan pentingnya empati dalam edukasi Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pesan tersebut […]

  • SURAT REKOMENDASI MABICAB UNTUK PETAHANA TUAI KONTROVERSI! AGUNG SAKTI M : JANGAN SANDERA DEMOKRASI MUSCAB DENGAN KEKUATAN JABATAN!

    SURAT REKOMENDASI MABICAB UNTUK PETAHANA TUAI KONTROVERSI! AGUNG SAKTI M : JANGAN SANDERA DEMOKRASI MUSCAB DENGAN KEKUATAN JABATAN!

    • visibility 12
    • 0Komentar

    BEKASI — Terbitnya surat rekomendasi Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bekasi tertanggal 9 Oktober 2026 yang memberikan dukungan kepada H. R. Yana Suyatna, S.IP., M.Si. untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bekasi masa bakti 2026–2031 menuai sorotan serius. Langkah yang ditandatangani Plt. Bupati Bekasi selaku Ketua Mabicab […]

  • Jumat Berkah AlapAlapNews, Berbagi Nasi Kotak untuk Masyarakat

    Jumat Berkah AlapAlapNews, Berbagi Nasi Kotak untuk Masyarakat

    • visibility 39
    • 0Komentar

    TANGERANG — Media online AlapAlapNews.com kembali menunjukkan kepedulian sosial terhadap masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan nasi kotak kepada pengguna jalan dan jamaah salat Jumat di sekitar Jalan H. Mansyur, Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan agenda sosial yang secara rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai bentuk kepedulian dan upaya […]

  • Pastikan Aktivitas Warga Berjalan Normal Usai Demo, Polda Metro Terus Siaga Jaga Kamtibmas

    Pastikan Aktivitas Warga Berjalan Normal Usai Demo, Polda Metro Terus Siaga Jaga Kamtibmas

    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pastikan Aktivitas Warga Berjalan Normal Usai Demo, Polda Metro Terus Siaga Jaga Kamtibmas Jakarta, mitracakrawala.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan jajaran kepolisian terus bersiaga memberikan pelayanan serta mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Jumat (28/8/2026). Polda Metro Jaya memastikan seluruh kegiatan dan aktivitas masyarakat di DKI Jakarta dan sekitarnya […]

  • HUT ke-62 Partai Golkar, H. Sachrudin Tekankan Semangat Pengabdian melalui Ziarah dan Tabur Bunga

    HUT ke-62 Partai Golkar, H. Sachrudin Tekankan Semangat Pengabdian melalui Ziarah dan Tabur Bunga

    • visibility 27
    • 0Komentar

    KOTA TANGERANG, MCN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golongan Karya (Golkar) tahun 2026, jajaran pengurus dan kader Partai Golkar Kota Tangerang menggelar kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. […]

  • Wamenaker: Higiene Industri hingga K3 Penting Cegah Kecelakaan Kerja

    Wamenaker: Higiene Industri hingga K3 Penting Cegah Kecelakaan Kerja

    • visibility 35
    • 0Komentar

    Jakarta , mitracakrawala.com— Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya penerapan higiene industri untuk mengidentifikasi dan mengendalikan faktor bahaya di tempat kerja. Upaya tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pekerja. “Tanpa higiene industri yang baik, potensi produktivitas tenaga kerja muda kita tidak akan tercapai secara maksimal,” ujar Afriansyah saat menjadi […]

expand_less