KABAR UTAMA
light_mode

Merasa Hak Diabaikan, Warga Lippo Village Gelar Aksi Damai Tuntut Kepastian Hukum

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tangerang, mitracakrawala.com – Ratusan warga penghuni kawasan Lippo Village Karawaci (LVK) menggelar aksi damai di depan kantor pengembang kawasan Lippo Karawaci, Rabu (28/10/2026).

Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut kepastian hukum terkait penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), kejelasan Akta Jual Beli (AJB), serta persoalan pengelolaan lingkungan yang dinilai berlarut-larut selama bertahun-tahun.

Warga yang berasal dari Lippo Barat, Lippo Sentral, Lippo Utara, dan Lippo Park Serpong menyampaikan aspirasi melalui aksi advokasi dan dialog damai yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB.

Dalam aksi tersebut, warga mengusung pesan, “Kami tidak datang untuk bermusuhan, kami datang untuk meminta kepastian.”

Juru bicara aksi, Albert mengatakan, aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap pengembang maupun pemerintah, melainkan upaya mendorong dialog terbuka demi memperoleh kejelasan hak dan kewajiban para pihak.

“Kami meminta transparansi dan akuntabilitas pengembang, terutama terkait status pengelolaan lingkungan serta kepemilikan aset yang berkaitan dengan kepentingan penghuni,” ujar Albert.

Ia memaparkan, berbagai jalur kelembagaan telah ditempuh untuk memperjuangkan penyelesaian persoalan tersebut.

“Upaya telah kami tempuh, seperti komunikasi internal, Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Tangerang dan DPRD Kabupaten Tangerang, hingga koordinasi dengan Dinas Perkimtan, PUPR, BPN, dan PTSP. Warga meminta jadwal penyelesaian atau roadmap yang konkret dan transparan,” demikian pernyataan perwakilan warga dalam keterangan aksi,” urai Albert.

Lima Tuntutan Warga

Dari pantauan INTIP24 News di lapangan, dalam aksi damai tersebut, warga menyampaikan lima tuntutan utama secara tertulis kepada manajemen pengembang. Mereka juga mendorong pembentukan forum komunikasi resmi tiga pihak (tripartit) yang melibatkan warga, pengembang, dan Pemerintah Kota Tangerang serta Pemerintah Kabupaten Tangerang sesuai kewenangannya.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU). Warga menyebut pengembang telah lebih dari 30 tahun belum menyerahkan PSU yang dipersoalkan kepada pemerintah daerah.

Para pendemo meminta kejelasan mengenai status aset tersebut, termasuk apakah masih tersedia atau telah beralih fungsi.

Selain itu, warga menuntut kepastian mengenai Akta Jual Beli (AJB) dan sertifikat kepemilikan tanah maupun bangunan.

Menurut mereka, selama ini pengembang hanya memberikan surat PPPU (Penegasan dan Persetujuan Pemesanan Unit) sebagai pengganti PPJB.

Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketidakpastian status kepemilikan serta berpotensi menimbulkan kendala finansial bagi warga yang hendak memindahkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank lain.

Persoalan lain berkaitan dengan pengelolaan IPKL. Warga mempertanyakan dasar kewenangan pengelola serta kebijakan yang diterapkan tanpa pelibatan penghuni.

Mereka juga menilai perlu ada kejelasan mengenai keberlakuan perjanjian pengikatan jual beli setelah AJB dan sertifikat diterbitkan, termasuk kewajiban penggunaan pengelola tertentu dan pembayaran biaya yang ditetapkan.

Warga meminta seluruh kebijakan pengelolaan lingkungan dan aset dilakukan secara transparan, dengan memberikan ruang partisipasi kepada pemilik rumah maupun bangunan.

Dorong Dialog dan Penyelesaian Konkret

Warga menilai kurangnya keterbukaan selama ini membuat mereka merasa dirugikan sebagai pihak yang telah membeli tanah, rumah, maupun bangunan di kawasan tersebut.

Sementara itu, perwakilan dari pengembang bersedia menerima perwakilan warga dengan syarat tidak boleh didampingi awak media. Hal mana justru menimbulkan tanda tanya lebih jauh terkait keterbukaan infornasi pengembang itu sendiri.

Hingga berita ini diterbitkan, belum didapat keterangan dari pihak pengembang mengenai tanggapan atas tuntutan warga. Konfirmasi dari pihak pengembang dan instansi terkait diperlukan untuk memperoleh penjelasan berimbang mengenai persoalan yang disampaikan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • Jacob Ereste: Kebersamaan Menikmati Kemerdekaan yang Dicita-citakan

    Jacob Ereste: Kebersamaan Menikmati Kemerdekaan yang Dicita-citakan

    • visibility 52
    • 0Komentar

    Hasrat menjadi negara dan bangsa yang demokratis, tapi tidak pernah mempersiapkan, tidak pernah mendidik dan tidak pernah benar-benar membiarkan rakyat untuk melakukan praktek demokrasi yang benar adalah realitas seperti partai politik yang tidak pernah serius dan ikhlas melaksanakan praktek demokrasi dalam mengelola organisasi partai, apalagi bagi pemerintah sendiri yang bahkan anti terhadap kritik dari rakyat. […]

  • IWO Indonesia DKI Jakarta Apresiasi Indonesia Youth Summit 2026, Ajak Pemuda Kritis Menuju Indonesia Emas

    IWO Indonesia DKI Jakarta Apresiasi Indonesia Youth Summit 2026, Ajak Pemuda Kritis Menuju Indonesia Emas

    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAKARTA, mitracakrawala.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DKI Jakarta memberikan apresiasi tinggi terhadap suksesnya penyelenggaraan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026. Acara berskala nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), bertepatan dengan momentum bersejarah peringatan Hari […]

  • Wejangan Sachrudin Dihadapan Ribuan Santri!

    Wejangan Sachrudin Dihadapan Ribuan Santri!

    • visibility 27
    • 0Komentar

    Tangerang – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Tangerang mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di kawasan Taman Elektrik, Kamis (22/10/2026). Momentum ini menjadi pengingat akan peran penting santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus berkontribusi menjawab tantangan zaman dan mewujudkan Indonesia Emas. Dalam momen ini, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, bertindak […]

  • Sudah Lama Diperingatkan, Bangunan Liar di Mutiara Gading Timur Akhirnya Ditertibkan

    Sudah Lama Diperingatkan, Bangunan Liar di Mutiara Gading Timur Akhirnya Ditertibkan

    • visibility 38
    • 0Komentar

    Bekasi, mitracakrawala.com – Pemerintah Kecamatan Mustika Jaya bersama unsur TNI-Polri dan jajaran kewilayahan melakukan penertiban dan pembongkaran bangunan liar di Jalan Perumahan Mutiara Gading Timur, RT 07/RW 31, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Kamis (1/10/2026). Kegiatan penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Camat Mustika Jaya Maka Nachrowi, S.AP., M.S.I., bersama Lurah Cimuning Aos Karsanuddin, S.H., Lurah […]

  • Menhut Raja Antoni Tutup Sementara 9 Taman Nasional Cegah Titik Baru Karhutla,

    Menhut Raja Antoni Tutup Sementara 9 Taman Nasional Cegah Titik Baru Karhutla,

    • visibility 56
    • 0Komentar

    Palembang, mitracakrawala.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengumumkan penutupan sementara wisata pendakian di sembilan taman nasional yang memiliki tingkat kerentanan Karhutla tinggi. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi risiko keselamatan sekaligus memaksimalkan sumber daya penanganan Karhutla di enam provinsi prioritas. “Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE, tapi saya bisa umumkan sementara ada […]

  • Rektor ISI Surakarta Lepas 532 Wisudawan Lulusan Seni yang Adaptif, Solutif, dan Berakar pada Budaya

    Rektor ISI Surakarta Lepas 532 Wisudawan Lulusan Seni yang Adaptif, Solutif, dan Berakar pada Budaya

    • visibility 75
    • 0Komentar

    SURAKARTA, MCN – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai salah satu poros utama pendidikan seni di Indonesia melalui penyelenggaraan Wisuda Periode II Tahun 2026, Kamis (15/10/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Pendhapa Ageng Mr. KGPH Joyokusumo, Kampus Kentingan ini menandai momentum pelepasan sebanyak 532 wisudawan dari Program Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan […]

expand_less