KABAR UTAMA
light_mode

Kericuhan Pecah di Club HNM Jatisampurna, Baku Pukul hingga Parkiran Jadi Sorotan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA BEKASI – Suasana dini hari di kawasan Jalan Alternatif Cibubur, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, mendadak berubah ricuh. Keributan dilaporkan terjadi di salah satu tempat hiburan malam, Club HNM, pada Minggu dini hari, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.

Informasi mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial melalui akun Instagram Kabar Cibubur 24 Jam. Dalam informasi yang beredar, kericuhan diduga bermula ketika sekelompok pria yang tengah berada di dalam area club terlibat gesekan dengan pihak lain.

Situasi yang semula berlangsung di dalam area club kemudian disebut berubah menjadi aksi saling pukul. Bahkan, dalam informasi yang beredar, keributan diduga melibatkan penggunaan botol dan berlanjut hingga sejumlah area lainnya.

Kericuhan disebut merembet ke area bawah, parkiran, hingga lobby. Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran sejumlah pengunjung lain yang diduga tidak terlibat dalam persoalan tersebut disebut ikut terdampak akibat pecahnya keributan.

Dugaan pengaruh alkohol turut mencuat sebagai salah satu faktor yang disebut-sebut menjadi pemicu. Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas dugaan berdasarkan laporan yang beredar di media sosial dan perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.

Ketua IWO Indonesia: Jangan Sampai Pengunjung Tak Berdosa Jadi Korban

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DPD Kota Bekasi, Nio Helen, turut memberikan perhatian terhadap informasi kericuhan tersebut.

Menurutnya, persoalan keamanan di tempat hiburan malam harus menjadi perhatian serius, terutama untuk memastikan pengunjung yang datang tidak justru menjadi korban akibat keributan yang dilakukan pihak lain.

“Kami meminta aparat kepolisian mengusut kejadian ini secara terang dan profesional. Kalau memang terjadi tindak kekerasan, harus jelas siapa yang terlibat dan apa pemicunya. Jangan sampai pengunjung yang tidak tahu persoalan justru menjadi korban,” ujar Nio Helen.

Ia juga meminta pihak pengelola tempat hiburan untuk mengevaluasi sistem keamanan dan pengawasan di lokasi.

“Pengelola tentu memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung. Jangan sampai keributan kecil berkembang menjadi aksi kekerasan yang membahayakan orang lain,” tegasnya.

Nio Helen menambahkan, IWO Indonesia DPD Kota Bekasi mendorong aparat untuk memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi dari potongan video maupun kabar yang beredar di media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan dari informasi yang beredar. Verifikasi dan keterangan resmi sangat penting. Kalau ada unsur pelanggaran hukum, tentu harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Diduga Langgar Ketentuan, Aspek Perizinan dan Keamanan Perlu Diperiksa

Kericuhan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai aspek keamanan serta kepatuhan tempat hiburan terhadap ketentuan yang berlaku di Kota Bekasi.

Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan daerah, perizinan, maupun ketentuan lain yang berkaitan dengan operasional tempat hiburan, aparat dan instansi terkait diharapkan dapat mengambil langkah sesuai kewenangannya.

Kejadian ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Unit Reskrim Polsek Jatisampurna untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, pihak-pihak yang terlibat, motif atau pemicu keributan, serta memastikan apakah terdapat unsur pidana.

Tak kalah penting, sistem pengamanan di lokasi juga perlu dievaluasi. Sebab, tempat hiburan malam seharusnya mampu memberikan rasa aman bagi seluruh pengunjung, termasuk mereka yang tidak terlibat dalam persoalan.

Publik Menunggu Langkah Aparat

Kericuhan di tempat hiburan malam bukan sekadar persoalan aksi saling pukul. Ketika keributan meluas hingga area parkiran dan lobby, potensi jatuhnya korban lain menjadi perhatian serius.

Publik pun menunggu langkah konkret aparat kepolisian untuk memastikan fakta sebenarnya di balik kejadian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai kericuhan masih bersumber dari laporan yang beredar di media sosial dan belum disertai keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola Club HNM.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • IKG Salurkan 50 Tangki Air Bersih untuk Warga Rongkop yang Alami Kekeringan

    IKG Salurkan 50 Tangki Air Bersih untuk Warga Rongkop yang Alami Kekeringan

    • visibility 62
    • 0Komentar

    Gunungkidul, mitracakrawala.com – Musim kemarau panjang kembali melanda Gunungkidul. Untuk meringankan beban warga, Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih. Sebanyak 50 armada tangki air bersih dilepas secara resmi untuk disalurkan ke wilayah Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Sabtu (29/08/2026). Prosesi pelepasan bantuan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB di halaman Kapanewon Rongkop. […]

  • Kabel SKTM 20 kV Melintas Utilitas Tol, Cukupkah Hanya Ditutup Adukan Semen?

    Kabel SKTM 20 kV Melintas Utilitas Tol, Cukupkah Hanya Ditutup Adukan Semen?

    • visibility 37
    • 0Komentar

    Cilegon, mitracakrawala.com — Pekerjaan pemasangan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) 20 kV di wilayah Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, menyisakan pertanyaan serius. Sorotan kali ini bukan terhadap pembangunan jaringan listriknya, melainkan terhadap metode pelindungan kabel ketika melintasi utilitas yang berkaitan dengan jalan tol. Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diterima redaksi, kabel SKTM 20 kV pada titik […]

  • BBM Subsidi Bukan Ladang Oknum! Ketua IWO Indonesia DPW Banten Desak BPH Perketat Pengawasan

    BBM Subsidi Bukan Ladang Oknum! Ketua IWO Indonesia DPW Banten Desak BPH Perketat Pengawasan

    • visibility 16
    • 0Komentar

    Serang, mitracakeawala.com – Pertalite dan solar bersubsidi bukan sekadar urusan transaksi di mesin pengisian. Di balik setiap liter BBM bersubsidi yang disalurkan terdapat kepentingan masyarakat dan kebijakan yang harus dijaga agar subsidi tidak keluar dari sasaran. Ketua DPW Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Provinsi Banten, Mevi Amirullah meminta seluruh pihak memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM […]

  • DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Tetapkan APBD Perubahan 2026

    DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Tetapkan APBD Perubahan 2026

    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta, mitracakrawala.com – DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna yang membahas dan menyetujui anggaran perubahan APBD Provinsi DKI Jakarta pada Selasa 22 September 2026 di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Dalam keterangannya kepada awak media, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, S.E., M.M. mengungkapkan persetujuan serta penetapan untuk perubahan APBD Provinsi DKI Jakarta tahun 2026. […]

  • ASN Kecamatan Pebayuran Diduga Terlibat Pemenangan Pilkades Jayalaksana

    ASN Kecamatan Pebayuran Diduga Terlibat Pemenangan Pilkades Jayalaksana

    • visibility 68
    • 0Komentar

    BEKASI, mitracakrawala.com — Dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam politik praktis kembali menjadi sorotan di Kabupaten Bekasi. Mulyadi, yang disebut menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Pebayuran, diduga terlibat dalam pemenangan salah satu pasangan calon (paslon) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin. Dugaan tersebut mencuat dari baliho yang memperlihatkan sosok […]

  • Dugaan Penjualan Tanah Kas Desa Jurangjero Disorot, Pembeli Resah hingga Lapor ke Kejari

    Dugaan Penjualan Tanah Kas Desa Jurangjero Disorot, Pembeli Resah hingga Lapor ke Kejari

    • visibility 24
    • 0Komentar

    Gunungkidul, mitracakrawala.com – Dugaan penjualan Tanah Kas Desa (TKD) di Kalurahan Jurangjero, Kabupaten Gunungkidul, menjadi sorotan. Tanah yang disebut sebagai aset pemerintah kalurahan tersebut diduga diperjualbelikan kepada warga untuk kepentingan pribadi tanpa melalui prosedur pengelolaan aset desa sebagaimana mestinya. Informasi mengenai dugaan transaksi tersebut mencuat setelah adanya pengakuan dari salah seorang warga yang mengaku telah […]

expand_less