Kemnaker Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Produktivitas
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
- visibility 94
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jambi, mitracakrawala.com — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak generasi muda memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempersiapkan kompetensi menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat.
Menurut Afriansyah, perkembangan AI, otomatisasi, dan teknologi digital telah mengubah cara kerja di berbagai sektor. Perubahan tersebut perlu direspons generasi muda dengan terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai peluang dalam dunia kerja.
“Jangan takut pada AI, tapi jangan sampai tertinggal oleh AI. Jadikan teknologi sebagai alat pengganda produktivitas kalian,” kata Afriansyah saat memberikan kuliah umum di Universitas Batanghari, Jambi, Sabtu (12/9/2026).
Ia mengatakan, kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga kompetensi, karakter, dan kemauan untuk terus belajar. Karena itu, kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja perlu dibangun sejak masih menempuh pendidikan.
Tantangan tersebut menjadi semakin penting di tengah besarnya jumlah angkatan kerja nasional. Berdasarkan data BPS Februari 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang dengan tingkat pengangguran sebesar 4,68 persen. Sementara itu, 19,44 persen pemuda usia 15–24 tahun berada dalam kondisi NEET, yaitu tidak bekerja, tidak sedang menempuh pendidikan, maupun mengikuti pelatihan.
Afriansyah juga mengajak generasi muda mengembangkan pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta kerja. Penguasaan kompetensi dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi modal untuk menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus membuka peluang baru.
Untuk membantu generasi muda mempersiapkan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja, Kemnaker terus menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi. Program tersebut antara lain Pelatihan Vokasi Nasional (PVN), Program Magang Nasional (MagangHub), Talent and Innovation Hub (TIH) Pembinaan Talenta Vokasi Indonesia, serta pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Menurut Afriansyah, kesiapan generasi muda juga perlu didukung keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri. Kampus tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu, tetapi juga perlu membekali mahasiswa dengan karakter, kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kewirausahaan.
- Penulis: Redaksi





Saat ini belum ada komentar