KABAR UTAMA
light_mode

Dunia Pedalangan Berduka Nyi Susilah, Dalang Wanita Sepuh Kondang Klaten Wafat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLATEN, MCN – Langit seni pedalangan Klaten mendung. Satu lagi maestro wayang kulit telah dipanggil Sang Khalik.

Telah meninggal dunia dengan tenang, Dalang Sepuh Wanita Kondang, Nyi Susilah, pada hari Sabtu, 4 Oktober 2026, kurang lebih pukul 16.00 WIB, di kediaman beliau di Basin, Klaten, Jawa Tengah.

Almarhumah wafat dalam usia sepuh, setelah beberapa kali harus menjalani perawatan di Rumah Sakit karena kondisi kesehatan yang menurun.

Bagi masyarakat Klaten dan pecinta wayang era tahun 80-an, nama Nyi Susilah adalah sebuah legenda. Di zaman dimana panggung pedalangan masih didominasi kaum pria, Nyi Susilah tampil dengan gagah berani dan menjadi salah satu dalang wanita paling tenar dan kondang di Klaten Jawa tengah dan sekitarnya.

Gaya Klatenan Asli, Suara Sebesar Dalang Pria

Keistimewaan Nyi Susilah yang tidak dimiliki dalang lain adalah gaya pakelirannya yang tetap mempertahankan pakem khas Klatenan – gagah, lugas, dan berwibawa.

Yang paling dikenang oleh para penontonnya adalah suaranya yang khas, besar, lantang, dan ngebas layaknya dalang pria, Saat beliau menyabetkan wayang di adegan perang Bharatayudha, suaranya menggelegar membuat penonton merinding. Itulah yang membuat beliau tetap eksis puluhan tahun.

Kesaksian Sahabat: Ki Cerma Sutedjo Gedongkuning

Kepergian Nyi Susilah meninggalkan duka mendalam bagi sahabat-sahabat seniman, terutama di Yogyakarta.

Dalang senior dari Gedongkuning, Yogyakarta, Ki Cerma Sutedjo, yang merupakan sahabat karib almarhumah memberikan kesaksian haru:

“Saya sangat kehilangan. Nyi Susilah itu teman akrab saya, konco kenthel. Hubungan antara trah Jayeng dan Cermo itu luar biasa dekat, sudah seperti saudara sendiri. Beliau itu sangat akrab dengan seniman-seniman Yogya, orangnya supel, ngemong, dan rendah hati. Dunia pedalangan benar-benar kehilangan tokoh seniman sejati.”

  • Ki Cerma Sutedjo, Dalang Senior Gedongkuning –

SUGENG TINDAK NYI SUSILAH

Kini sang maestro telah selesai memainkan lakon terakhirnya di dunia. Kelir telah tertutup, lampu blencong telah padam.

Namun goresan pakeliran Klatenan-nya, suara besarnya, dan dedikasinya untuk wayang akan tetap hidup abadi.

Atas nama seluruh keluarga besar pedalangan Klaten, Solo Raya dan Yogyakarta, kami turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya.

Mugi-mugi Almarhumah Nyi Susilah Husnul Khotimah, Diterima di Sisi Allah SWT, dan Pengabdiannya Terhadap Seni Wayang Menjadi Amal Jariyah.

Selamat Jalan, Nyi Susilah. Pepadhangmu Abadi.

Pihak Keluarga Berduka:
Keluarga Besar Dalang Basin, Klaten

Turut Berduka Cita:
Paguyuban Dalang Klaten & Yogyakarta
Sahabat Seniman: Ki Cerma Sutedjo Gedongkuning Yogyakarta (red)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • Subsidi Jangan Jadi Celah Oknum, Pemerintah Diminta Tegas Kawal Hak Masyarakat

    Subsidi Jangan Jadi Celah Oknum, Pemerintah Diminta Tegas Kawal Hak Masyarakat

    • visibility 42
    • 0Komentar

    BANTEN — Program subsidi yang digulirkan pemerintah pada hakikatnya merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat. Namun, niat baik tersebut jangan sampai berubah menjadi celah bagi oknum untuk mencari keuntungan pribadi maupun kelompok. Ketua DPW Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Provinsi Banten, Mevi Amirullah, menegaskan bahwa setiap program pemerintah yang berbentuk subsidi harus dikawal secara […]

  • Sampah Jakarta Tetap Menggunung, Kompensasi Bantar Gebang Malah Terancam Turun

    Sampah Jakarta Tetap Menggunung, Kompensasi Bantar Gebang Malah Terancam Turun

    • visibility 21
    • 0Komentar

    Kota Bekasi, batavianews.id – Menjelang berakhirnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi terkait pengelolaan TPST Bantar Gebang pada 30 Oktober 2026, perhatian terhadap formula kompensasi bagi masyarakat terdampak kembali mencuat. Ketua IWO Indonesia DPD Kota Bekasi, Nio Helen, menilai pembaruan PKS antara Jakarta dan Bekasi harus dilakukan secara terbuka, […]

  • Akankah Air Mancur Gantikan Monumen Alun-Alun Kota Serang

    Akankah Air Mancur Gantikan Monumen Alun-Alun Kota Serang

    • visibility 47
    • 0Komentar

    Kota Serang, mitracakrawala.com – Kota Serang kembali menghadapi perubahan pada salah satu ruang publik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Patung Monumen yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Serang dihancurkan untuk kemudian dilakukan renovasi dan perubahan fungsi menjadi air mancur. Pembangunan dan penataan ulang ruang publik tentu bukan sesuatu yang salah. Kota memang perlu berkembang […]

  • IWO I Jakarta Raya Serahkan Berkas ke Kesbangpol, Laporkan Keberadaan Organisasi di Ibu Kota

    IWO I Jakarta Raya Serahkan Berkas ke Kesbangpol, Laporkan Keberadaan Organisasi di Ibu Kota

    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, mitracakrawala.com – Kepengurusan Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO I) Provinsi DKI Jakarta mendatangi kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta , Senin (7/9/2026) Jajaran pengurus yang diketuai Abdul Muis, SE diterima oleh Kepala Sub kelompok (kasubkor) Organisasi Kemasyarakatan (ormas) Serta fungsional Analisa Fasilitasi Kelembagaan Politik, Mohamad Jajuli, S.Kom,I, M. A. Berkas […]

  • Diduga Tanpa Lapisan Pasir Urug? DPD IWOI Kota Serang Desak Pemeriksaan Teknis Pemasangan U-Ditch di Pager Agung

    Diduga Tanpa Lapisan Pasir Urug? DPD IWOI Kota Serang Desak Pemeriksaan Teknis Pemasangan U-Ditch di Pager Agung

    • visibility 38
    • 0Komentar

    Serang, mitracakrawala.com – Pekerjaan peningkatan kualitas PSU permukiman berupa drainase lingkungan di Kampung Sadik, RW 003–RW 004, Kelurahan Pager Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, mendapat sorotan. Sorotan tersebut mencuat setelah dokumentasi lapangan memperlihatkan pemasangan U-Ditch beton pada badan jalan dengan kondisi dasar galian yang secara visual tampak didominasi tanah. Kondisi itu memunculkan pertanyaan: apakah […]

  • Heboh Pernyataan Budi Arie, Partai Gerindra Sebut Tidak Terpengaruh

    Heboh Pernyataan Budi Arie, Partai Gerindra Sebut Tidak Terpengaruh

    • visibility 56
    • 0Komentar

    Jakarta, mitracakrawala.com – Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso merespons pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi yang menyinggung ‘patahan sejarah’ dan mengutarakan insting soal percepatan politik sebelum Pemilu 2029. “Kami fokus menyukseskan program Pak Prabowo, tidak ada pembahasan untuk 2029, masih jauh untuk dibahas,” kata Sugiat kepada wartawan, Selasa (25/8/2026). Bagi Gerindra, mengawal program […]

expand_less