KABAR UTAMA
light_mode

Bapas Wonosari Tanamkan Harapan Baru: 11 Klien Pemasyarakatan Dibekali Kemandirian Lewat Bimbingan Ketahanan Pangan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wonosari, mitracakrawala.com

Tidak sekadar menjalankan pengawasan, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembalikan harapan dan masa depan bagi Klien Pemasyarakatan.

Melalui kegiatan Bimbingan Kemandirian Ketahanan Pangan yang digelar pada Rabu, 14 Oktober 2026, sebanyak 11 Klien Pemasyarakatan dibekali keterampilan hidup yang akan menjadi bekal berharga saat mereka kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan ini bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi tentang bagaimana menumbuhkan kembali rasa percaya diri, kemandirian, dan keyakinan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup lebih baik.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Urusan Tata Usaha Bapas Kelas II Wonosari, Arizka Wahyu Pratama. Suasana kebersamaan begitu terasa dengan kehadiran jajaran penting Bapas Wonosari, mulai dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya, Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa (BKD), Kepala Subseksi Bimbingan Klien Anak (BKA), PK Pertama, hingga seluruh pelaksana.

Kehadiran lengkap jajaran ini menjadi bukti nyata bahwa pembimbingan di Bapas Wonosari dilakukan secara kolektif, dengan hati, dan berorientasi pada pengembangan potensi kemandirian klien, bukan sekadar formalitas.

Gandeng Pokmas Lipas, Ajarkan Keterampilan yang Membumi dan Produktif

Untuk memberikan pembekalan yang benar-benar aplikatif, Bapas Wonosari tidak berjalan sendiri. Kali ini, Bapas Wonosari menggandeng mitra terbaiknya, Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas), dengan menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Widodo dari Pokmas Kimbis dan Supriyanto dari Pokmas Minaraharja.

Kedua narasumber ini dengan sabar memberikan materi sekaligus pendampingan langsung mengenai ketahanan pangan. Materi yang disampaikan sangat membumi, mulai dari bagaimana memanfaatkan lahan terbatas di pekarangan rumah, mengolah lahan kecil menjadi produktif, hingga peluang usaha ketahanan pangan yang bisa menambah penghasilan keluarga.

Para klien terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Melalui penyampaian materi yang ringan namun berbobot dan praktik pendampingan, para klien memperoleh wawasan baru bahwa kemandirian bisa dimulai dari hal yang paling dekat, yaitu pangan.

Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Bekal Masa Depan

Dalam sambutannya, Arizka Wahyu Pratama menekankan pesan yang sangat humanis. Menurutnya, bimbingan kemandirian ini adalah jembatan untuk kembali bermartabat.

“Melalui kegiatan bimbingan kemandirian ini, kami berharap Klien Pemasyarakatan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih mandiri dan berkontribusi positif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Arizka dengan penuh harap.

Pesan tersebut disambut dengan anggukan penuh semangat dari para klien. Bagi mereka, keterampilan ini adalah modal untuk tidak lagi bergantung, untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri, dan untuk membuktikan bahwa mereka mampu berubah.

Bimbingan ketahanan pangan ini dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ketahanan pangan memiliki peluang yang sangat luas untuk dikembangkan dalam berbagai skala. Di tengah keterbatasan, keterampilan ini justru bisa menjadi solusi. Dengan pendampingan yang tepat, keterampilan menanam, mengolah hasil tani, dan mengelola pangan bisa menjadi salah satu alternatif terbaik bagi klien untuk membangun masa depan yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab.

Ruang untuk Tumbuh, Percaya Diri, dan Kembali Bermartabat

Lebih dari sekadar transfer pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini menjadi ruang aman bagi Klien Pemasyarakatan untuk mengenali potensi diri, menumbuhkan kepercayaan diri yang sempat runtuh, dan mempersiapkan langkah kecil menuju kehidupan yang lebih produktif.

Dukungan dari Pokmas Lipas menjadi bagian penting dalam memperluas akses klien terhadap pengetahuan, pengalaman hidup, serta peluang pengembangan keterampilan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara Bapas dan Pokmas ini adalah contoh nyata bahwa reintegrasi sosial tidak bisa dilakukan sendirian, butuh pelukan dari masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas II Wonosari menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembimbingan yang berdampak nyata, bukan hanya di atas kertas.

Penguatan kemandirian ini diharapkan dapat membantu klien menjalani proses reintegrasi sosial secara lebih baik, lebih halus, dan lebih manusiawi. Sehingga mereka tidak hanya kembali ke tengah masyarakat sebagai mantan klien, tetapi kembali sebagai individu yang memiliki bekal, keterampilan, dan semangat untuk menjalani kehidupan yang produktif, mandiri, dan bertanggung jawab.

Karena setiap manusia berhak untuk tumbuh kembali.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • Dugaan Penjualan Tanah Kas Desa Jurangjero Disorot, Pembeli Resah hingga Lapor ke Kejari

    Dugaan Penjualan Tanah Kas Desa Jurangjero Disorot, Pembeli Resah hingga Lapor ke Kejari

    • visibility 41
    • 0Komentar

    Gunungkidul, mitracakrawala.com – Dugaan penjualan Tanah Kas Desa (TKD) di Kalurahan Jurangjero, Kabupaten Gunungkidul, menjadi sorotan. Tanah yang disebut sebagai aset pemerintah kalurahan tersebut diduga diperjualbelikan kepada warga untuk kepentingan pribadi tanpa melalui prosedur pengelolaan aset desa sebagaimana mestinya. Informasi mengenai dugaan transaksi tersebut mencuat setelah adanya pengakuan dari salah seorang warga yang mengaku telah […]

  • CAMAT MANCAK EUIS LINDA MUTIA GERAK CEPAT SURATI BEA CUKAI TERKAIT DUGAAN ROKOK ILEGAL, KASI TRANTIB WAHYU SIAP DAMPINGI SIDAK

    CAMAT MANCAK EUIS LINDA MUTIA GERAK CEPAT SURATI BEA CUKAI TERKAIT DUGAAN ROKOK ILEGAL, KASI TRANTIB WAHYU SIAP DAMPINGI SIDAK

    • visibility 27
    • 0Komentar

    MANCAK, KABUPATEN SERANG, BANTEN — Respons pemerintah Kecamatan Mancak dalam menindaklanjuti dugaan peredaran rokok ilegal mendapat perhatian Ketua DPW Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Provinsi Banten, Mevi Amirullah, dan Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Mancak, Doddy. Camat Mancak, Euis Linda Mutia, dikabarkan telah melayangkan surat kepada Bea Cukai melalui jasa pengiriman J&t setelah persoalan […]

  • FSPMI Kabupaten Serang Revisi Jadwal Aksi Unjuk Rasa di PT. EBT Plumbing Supply, Minta Dukungan Solidaritas ASPSB

    FSPMI Kabupaten Serang Revisi Jadwal Aksi Unjuk Rasa di PT. EBT Plumbing Supply, Minta Dukungan Solidaritas ASPSB

    • visibility 155
    • 0Komentar

    SERANG, 27 Agustus 2026 — Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten Serang menerbitkan surat revisi pemberitahuan aksi unjuk rasa nomor 0120a/Org/KC-FSPMI/SRG/VIII/2026, merubah jadwal pelaksanaan aksi di depan PT. EBT Plumbing Supply, Kawasan Industri Modern, Cikande. FSPMI juga secara resmi memohon dukungan masa solidaritas kepada Presidium Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) […]

  • Banten Inovatif Expo 2026: Dorong UMKM dan Pelestarian Seni Budaya Banten

    Banten Inovatif Expo 2026: Dorong UMKM dan Pelestarian Seni Budaya Banten

    • visibility 40
    • 0Komentar

    TANGERANG, MCN – Banten Inovatif Expo 2026 diwacanakan menjadi sebuah wadah kolaborasi masyarakat yang mengintegrasikan berbagai potensi daerah, mulai dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan sumber daya manusia (SDM), inovasi, hingga seni dan budaya Banten. Selasa,(29/09/26). Kegiatan tersebut di gagas untuk menciptakan ekosistem terpadu dalam dunia usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. […]

  • Merasa Hak Diabaikan, Warga Lippo Village Gelar Aksi Damai Tuntut Kepastian Hukum

    Merasa Hak Diabaikan, Warga Lippo Village Gelar Aksi Damai Tuntut Kepastian Hukum

    • visibility 32
    • 0Komentar

    Tangerang, mitracakrawala.com – Ratusan warga penghuni kawasan Lippo Village Karawaci (LVK) menggelar aksi damai di depan kantor pengembang kawasan Lippo Karawaci, Rabu (28/10/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut kepastian hukum terkait penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), kejelasan Akta Jual Beli (AJB), serta persoalan pengelolaan lingkungan yang dinilai berlarut-larut selama bertahun-tahun. Warga yang berasal […]

  • Tanggapan Lurah Jurangrejo Terkait Dugaan Telah Menjual Tanah Kas Desa Disangkal oleh Warga

    Tanggapan Lurah Jurangrejo Terkait Dugaan Telah Menjual Tanah Kas Desa Disangkal oleh Warga

    • visibility 43
    • 0Komentar

    Gunungkidul, mitracakrawala.com – Dengan adanya pemberitaan terkait dugaan penjualan tanah TKD, Lurah Jurangjero menanggapi dan menyangkal lewat unggahan Video amatirnya, Jumat (25/9/2026). Dalam video yang tersebar, Lurah Jurangjero menegaskan bahwa pemberitaan tersebut adalah hoax. “Saya pastikan berita tersebut hoax dan saya tidak cacat hukum,” ucap lurah. Namun dari informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah pihak menyangkal […]

expand_less