Mevi Amirullah: Jangan Tunggu Roboh, Keselamatan Nenek Sukiyah Harus Jadi Prioritas
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rajeg, MCN – Ketua DPW Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Provinsi Banten, Mevi Amirullah, menyampaikan keprihatinan atas kondisi rumah Ibu Sukiyah, warga Kampung Rajeg Pabuaran RT/RW 04/001, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang berdasarkan informasi dan kondisi lapangan membutuhkan perhatian serius.
“Ini bukan sekadar persoalan rumah yang rusak. Ini menyangkut keselamatan dan martabat seorang warga. Kalau kondisi bangunan memang sudah rapuh dan berisiko bagi penghuninya, jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi musibah. Pemeriksaan dan langkah penanganan harus dilakukan sedini mungkin,” tegas Mevi Amirullah.
Menurut Mevi, pemerintah desa, kecamatan, maupun pemerintah daerah memiliki ruang dan kewenangan masing-masing untuk melakukan verifikasi, asesmen, serta menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan ketentuan.
“Kami tidak ingin menghakimi atau menuduh siapa pun. Kami justru meminta pemerintah turun langsung melihat kondisi Ibu Sukiyah. Data harus diverifikasi, kondisi rumah harus diperiksa, dan apabila memang memenuhi kriteria penerima bantuan RTLH atau program perbaikan rumah lainnya, kami berharap prosesnya jangan dipersulit,” ujarnya.
Mevi menegaskan, fungsi kontrol sosial yang dijalankan pers bukan untuk mencari kesalahan pemerintah, melainkan memastikan persoalan masyarakat mendapatkan perhatian dan respons yang semestinya.
“Pers harus menjadi mata dan telinga masyarakat. Ketika ada pembangunan yang baik, kita apresiasi. Ketika ada persoalan warga yang membutuhkan perhatian, kita sampaikan. Kritik bukan permusuhan. Pertanyaan bukan ancaman. Yang kita kawal adalah kepentingan publik,” kata Mevi.
Ia juga meminta agar persoalan Ibu Sukiyah tidak berhenti pada pemberitaan dan dokumentasi semata.
“Kami berharap setelah informasi ini sampai kepada pemerintah, ada tindak lanjut konkret. Minimal dilakukan pengecekan lapangan dan diberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai langkah yang akan ditempuh. Jangan sampai persoalan seperti ini hanya menjadi perhatian ketika sudah viral atau setelah terjadi korban,” tegasnya.»
MEVI AMIRULLAH menambahkan, pemerintah memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa pembangunan benar-benar hadir hingga ke lapisan masyarakat yang membutuhkan.
“Rumah yang layak bukan kemewahan. Keselamatan warga adalah kepentingan bersama. IWO Indonesia Provinsi Banten akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, independen, kritis, dan berimbang. Kami akan mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan,” pungkasnya.
- Penulis: Redaksi





Saat ini belum ada komentar