KABAR UTAMA
light_mode

Nio Helen Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Total BUMD dan BLUD: Jangan Jadi Beban APBD, Apalagi Tempat Parkir Jabatan!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI, MCN — Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) DPD Kota Bekasi, Nio Helen, mendesak Pemerintah Kota Bekasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dinilai masih menghadapi persoalan keuangan, tata kelola, dan efektivitas pelayanan publik.

Menurut Nio Helen, keberadaan perusahaan daerah dan unit layanan publik semestinya menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, apabila pengelolaannya terus dibayangi kerugian, beban operasional tinggi, dan persoalan manajerial, pemerintah daerah harus berani melakukan pembenahan secara serius.

“BUMD bukan tempat untuk bagi-bagi jabatan, apalagi dijadikan tempat parkir tim sukses atau kepentingan politik tertentu. Perusahaan daerah harus dikelola oleh orang-orang yang memiliki kapasitas, integritas, pengalaman, dan rekam jejak yang jelas. Kalau pengisian jabatan tidak berdasarkan kompetensi, yang dirugikan bukan hanya perusahaan, tetapi juga masyarakat dan keuangan daerah,” tegas Nio Helen, Sabtu (10/10/2026).

Mitra Patriot hingga Sinergi Patriot Bekasi Jadi Sorotan

Nio Helen menilai, sejumlah persoalan keuangan yang diberitakan mengenai perusahaan milik Pemerintah Kota Bekasi perlu menjadi perhatian serius. Salah satunya adalah PT Mitra Patriot yang, berdasarkan informasi dalam pemberitaan sebelumnya, dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp3,3 miliar, meningkat dibandingkan kerugian tahun sebelumnya sebesar Rp2,5 miliar.

Selain persoalan kinerja keuangan, perusahaan tersebut juga disebut pernah menghadapi persoalan tunggakan gaji mantan karyawan Trans Patriot. Kondisi ini, menurutnya, perlu dijelaskan secara terbuka agar publik mengetahui penyebab kerugian, langkah pemulihan, serta pertanggungjawaban manajemen.

“Kalau kerugian terus berulang, pertanyaannya sederhana: apa yang salah dalam perencanaan bisnisnya, bagaimana pengawasannya, dan apa langkah konkret untuk memperbaikinya? Jangan sampai evaluasi hanya menjadi formalitas tanpa perubahan yang bisa dirasakan,” ujarnya.

Sorotan berikutnya tertuju pada PT Sinergi Patriot Bekasi, perusahaan daerah yang bergerak di sektor energi dan migas. Dalam sejumlah pemberitaan, perusahaan ini disebut menghadapi tekanan keuangan akibat tingginya beban operasional yang dilaporkan mencapai Rp14,8 miliar.

Menurut Nio Helen, kondisi tersebut harus ditindaklanjuti melalui pemeriksaan terhadap struktur biaya, efektivitas kegiatan usaha, pengelolaan aset, serta kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dan memberikan kontribusi terhadap PAD.

Ia menegaskan, setiap kebijakan restrukturisasi, pergantian direksi, maupun audit yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi perlu disertai target pemulihan yang terukur dan dapat dievaluasi secara berkala.

BLUD Rumah Sakit Umum Daerah dan Perumda Air Minum Juga Harus Dievaluasi

Tak hanya BUMD, Nio Helen turut menyoroti persoalan keuangan dan kewajiban pembayaran yang pernah menjadi perhatian publik pada RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi.

Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan milik daerah, RSUD harus mampu menjaga kesinambungan layanan, memenuhi kewajiban kepada pemasok, dan mengelola keuangan secara akuntabel tanpa mengorbankan mutu pelayanan kepada pasien.

“Pelayanan kesehatan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap persoalan keuangan harus ditangani dengan serius, mulai dari pembenahan manajemen, pengendalian belanja, sampai memastikan kewajiban kepada vendor dikelola secara bertanggung jawab,” katanya.

Nio Helen juga meminta evaluasi terhadap Perumda Tirta Patriot, perusahaan daerah yang memiliki peran penting dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat Kota Bekasi.

Menurutnya, berbagai persoalan terkait biaya operasional, kewajiban penyediaan air curah, kondisi keuangan, dan kualitas layanan harus ditelaah secara menyeluruh berdasarkan data serta hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan sampai masyarakat terus dituntut memenuhi kewajibannya sebagai pelanggan, sementara persoalan internal perusahaan tidak kunjung diselesaikan. Pengelola harus mampu menjelaskan bagaimana biaya operasional terbentuk, bagaimana kualitas air dijaga, dan apa langkah nyata untuk meningkatkan pelayanan,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan perusahaan daerah harus ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan yang sah. Namun, penilaian terhadap ada atau tidaknya pelanggaran harus didasarkan pada bukti dan hasil pemeriksaan lembaga berwenang.

Meritokrasi dan Tata Kelola Profesional Harga Mati

Bagi Nio Helen, persoalan BUMD tidak semata-mata berkaitan dengan angka kerugian. Hal yang tidak kalah penting adalah kualitas tata kelola, transparansi pengambilan keputusan, kompetensi direksi, efektivitas pengawasan, serta keberanian pemilik modal melakukan koreksi.

Ia mengingatkan, intervensi politik dan praktik pengangkatan pejabat tanpa mempertimbangkan kompetensi berpotensi mengganggu profesionalisme perusahaan. Karena itu, proses seleksi direksi dan pejabat strategis harus mengedepankan prinsip meritokrasi, integritas, pengalaman, dan kemampuan menyusun strategi bisnis yang realistis.

“Jangan sampai jabatan diberikan karena kedekatan atau balas jasa politik. Jabatan strategis di BUMD harus diisi oleh orang yang mampu bekerja, bukan sekadar orang yang memiliki akses kepada kekuasaan. Ukurannya harus jelas: kinerja, transparansi, kualitas pelayanan, dan kontribusi bagi daerah,” tandasnya.

Ia juga menekankan bahwa BUMD tidak bisa hanya dinilai dari keuntungan semata, sebab sebagian perusahaan daerah memiliki mandat pelayanan publik. Namun, mandat tersebut tetap harus dijalankan dengan perencanaan keuangan yang sehat, efisiensi operasional, dan indikator kinerja yang terukur.

“Kalau memang ada penugasan pelayanan publik yang membuat perusahaan harus menanggung biaya tertentu, hitungannya harus transparan. Harus jelas berapa biaya pelayanan, bagaimana kompensasinya, dan bagaimana keberlanjutan bisnisnya. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa direncanakan justru berubah menjadi kerugian berulang,” jelasnya.

IWO Indonesia Dorong Audit Menyeluruh oleh Inspektorat

Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, Nio Helen mendorong Inspektorat Kota Bekasi untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan sesuai kewenangannya terhadap tata kelola BUMD dan BLUD yang menghadapi persoalan keuangan.

Pemeriksaan, menurutnya, perlu mencakup laporan keuangan, penggunaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, kewajiban kepada pihak ketiga, efektivitas program kerja, hingga pencapaian target pelayanan dan kontribusi PAD.

Apabila ditemukan indikasi penyimpangan, hasil pemeriksaan harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum dan dilaporkan kepada aparat berwenang apabila terdapat dasar yang cukup.

Nio Helen juga meminta Pemerintah Kota Bekasi membuka informasi kinerja perusahaan daerah kepada masyarakat sesuai ketentuan keterbukaan informasi dan peraturan yang berlaku. Publik berhak mengetahui perkembangan kinerja, langkah perbaikan, serta pertanggungjawaban pengelolaan kekayaan daerah.

“Inspektorat harus menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan profesional. Evaluasi jangan berhenti pada rapat, pergantian direksi, atau pernyataan bahwa perusahaan sedang dibenahi. Harus ada hasil pemeriksaan, rekomendasi yang jelas, tenggat waktu perbaikan, dan tindak lanjut yang bisa diukur,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi selaku pemilik modal harus memastikan setiap BUMD memiliki rencana bisnis yang masuk akal, indikator kinerja yang terukur, sistem pengawasan yang efektif, dan mekanisme evaluasi terhadap direksi maupun dewan pengawas.

“BUMD adalah aset masyarakat Kota Bekasi, bukan milik kelompok atau kepentingan tertentu. Jangan biarkan aset daerah kehilangan daya guna karena tata kelola yang tidak transparan dan pengelolaan yang tidak profesional. Jika perusahaan terus merugi, cari akar persoalannya, perbaiki manajemennya, dan tegakkan akuntabilitasnya,” tutup Nio Helen.

IWO Indonesia DPD Kota Bekasi menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang berimbang, kritis, dan berbasis fakta, demi mendorong tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, profesional, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • SKTM 20 kV di Cibeber Cilegon Disorot, Izin, K3 dan Dugaan Aliran Air ke Jalan Dipertanyakan

    SKTM 20 kV di Cibeber Cilegon Disorot, Izin, K3 dan Dugaan Aliran Air ke Jalan Dipertanyakan

    • visibility 42
    • 0Komentar

    Cilegon, intip24news.com — Pekerjaan pemasangan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) 20 kV di wilayah Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, menjadi sorotan. Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diterima redaksi, aktivitas pekerjaan yang diduga berkaitan dengan pembangunan jaringan SKTM 20 kV di sekitar kawasan Cilegon Green Megablock tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan terkait legalitas pekerjaan, perizinan, penerapan Keselamatan dan […]

  • IKG Salurkan 50 Tangki Air Bersih untuk Warga Rongkop yang Alami Kekeringan

    IKG Salurkan 50 Tangki Air Bersih untuk Warga Rongkop yang Alami Kekeringan

    • visibility 64
    • 0Komentar

    Gunungkidul, mitracakrawala.com – Musim kemarau panjang kembali melanda Gunungkidul. Untuk meringankan beban warga, Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih. Sebanyak 50 armada tangki air bersih dilepas secara resmi untuk disalurkan ke wilayah Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Sabtu (29/08/2026). Prosesi pelepasan bantuan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB di halaman Kapanewon Rongkop. […]

  • Wamenaker: Higiene Industri hingga K3 Penting Cegah Kecelakaan Kerja

    Wamenaker: Higiene Industri hingga K3 Penting Cegah Kecelakaan Kerja

    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta , mitracakrawala.com— Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya penerapan higiene industri untuk mengidentifikasi dan mengendalikan faktor bahaya di tempat kerja. Upaya tersebut diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pekerja. “Tanpa higiene industri yang baik, potensi produktivitas tenaga kerja muda kita tidak akan tercapai secara maksimal,” ujar Afriansyah saat menjadi […]

  • BEM FH UMT Wujudkan Kepedulian Sosial Lewat Pembagian Masker Gratis

    BEM FH UMT Wujudkan Kepedulian Sosial Lewat Pembagian Masker Gratis

    • visibility 71
    • 0Komentar

    Tangerang, mitracakrawala.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM FH UMT) menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat dengan menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian masker gratis kepada warga, khususnya para pengguna jalan. Aksi sosial tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengurus […]

  • Telaah Kritis 5 Abad Kabupaten Serang, Serang Bahagia atau Warga Teraniaya?

    Telaah Kritis 5 Abad Kabupaten Serang, Serang Bahagia atau Warga Teraniaya?

    • visibility 12
    • 0Komentar

    Oleh: H. SM Hartono, SE.Tokoh Masyarakat Kabupaten Serang Lima ratus tahun Kabupaten Serang bukan sekadar angka sejarah. Ia merupakan perjalanan panjang sebuah daerah yang telah mengalami pergantian zaman, pemerintahan, pemimpin, dan kebijakan. Namun, di tengah perayaan usia yang ke-500 tahun, ada satu pertanyaan yang tidak boleh ditutup oleh gemerlap seremoni:Sudahkah masyarakat Kabupaten Serang benar-benar bahagia? […]

  • Tekab 308 Polsek Gedong Tataan Tangkap Terduga Spesialis Curat, Dua Kasus Berhasil Diungkap

    Tekab 308 Polsek Gedong Tataan Tangkap Terduga Spesialis Curat, Dua Kasus Berhasil Diungkap

    • visibility 33
    • 0Komentar

    PESAWARAN, mitracakrawala.com — Upaya kepolisian mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) di wilayah hukum Polsek Gedong Tataan membuahkan hasil. Tim Tekab 308 Presisi Polsek Gedong Tataan mengamankan seorang pria berinisial BA (31), yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi pencurian. BA, warga Desa Pampangan, Kecamatan Gedong Tataan, diamankan petugas di sebuah rumah kontrakan di Desa Natar, […]

expand_less