KABAR UTAMA
light_mode

KETAHANAN ENERGI BUKAN SEKADAR JANJI, PLN BERSAMA BAPPISUS PERKUAT KEDAULATAN LISTRIK NASIONAL: ENERGI DALAM NEGERI HARUS MENJADI KEKUATAN BANGSA!

  • account_circle Daus VanRose
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Ketahanan energi nasional bukan sekadar agenda pembangunan infrastruktur, melainkan fondasi strategis bagi kedaulatan negara, keberlanjutan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik serta tantangan transformasi energi global, Indonesia dituntut memiliki sistem ketenagalistrikan yang tangguh, andal, terjangkau, dan mampu bertumpu pada kekuatan sumber daya energi dalam negeri.

Dalam kerangka tersebut, PT PLN (Persero) bersama Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) memperkuat sinergi strategis untuk mendorong pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional sekaligus mengoptimalkan potensi energi domestik.

Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat arah pembangunan sektor energi agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas pasokan listrik, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses pengembangan energi memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional.

ENERGI ADALAH INSTRUMEN KEDAULATAN NEGARA

Ketersediaan listrik yang stabil bukan hanya persoalan teknis operasional. Listrik merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, penggerak industri, penopang pelayanan publik, serta salah satu penentu daya saing perekonomian Indonesia.

Karena itu, penguatan ketahanan energi harus dilakukan melalui perencanaan yang terukur, pengawasan yang efektif, tata kelola yang transparan, serta pemanfaatan sumber daya energi nasional secara optimal.

Sinergi PLN dan BAPPISUS diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam memastikan pengembangan ketenagalistrikan berjalan sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.

Lebih jauh, optimalisasi potensi energi dalam negeri harus menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian Indonesia, mengurangi kerentanan terhadap gejolak energi global, serta membangun sistem pasokan listrik yang semakin berkelanjutan.

PLN DITANTANG MEMBUKTIKAN KEANDALAN DAN KETERJANGKAUAN

Namun, ketahanan energi tidak cukup diukur melalui besarnya investasi, panjangnya jaringan transmisi, atau bertambahnya kapasitas pembangkit.

Ukuran keberhasilan sesungguhnya terletak pada kemampuan negara menghadirkan listrik yang tersedia secara konsisten, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, memiliki kualitas pelayanan yang baik, serta tetap terjangkau bagi rumah tangga dan dunia usaha.

Di sinilah pentingnya memastikan setiap kebijakan strategis diterjemahkan menjadi hasil konkret di lapangan.

Pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan harus dibarengi kepastian standar keselamatan, kualitas pekerjaan, efektivitas pengawasan, dan akuntabilitas pelaksanaan proyek.

Sebab, pembangunan energi yang kuat tidak boleh hanya terlihat megah dalam perencanaan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

TRANSFORMASI ENERGI HARUS BERPIHAK PADA KEPENTINGAN RAKYAT

Indonesia memiliki potensi energi domestik yang besar. Pemanfaatannya membutuhkan strategi jangka panjang, penguatan infrastruktur, inovasi teknologi, serta kolaborasi lintas sektor.

PLN memiliki posisi strategis dalam memastikan sistem ketenagalistrikan nasional mampu menjawab kebutuhan masa kini sekaligus mempersiapkan tantangan masa depan.

Sementara itu, sinergi kelembagaan menjadi elemen penting untuk memastikan agenda ketahanan energi berjalan secara terarah, terukur, dan selaras dengan kepentingan pembangunan nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan ketahanan energi tidak boleh berhenti sebagai narasi kebijakan ataupun slogan pembangunan.

ENERGI KUAT, NEGARA BERDAULAT!

Kolaborasi PLN dan BAPPISUS menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem ketenagalistrikan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Satu hal yang harus menjadi prinsip utama: energi nasional harus dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa.

Karena masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar sumber daya energi yang dimiliki, tetapi juga oleh seberapa cerdas, transparan, bertanggung jawab, dan berdaulat negara mengelolanya.

Ketahanan energi adalah fondasi kedaulatan. Listrik yang andal adalah hak masyarakat. Dan kemandirian energi merupakan investasi strategis bagi masa depan Indonesia.

  • Penulis: Daus VanRose

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Pilihan Redaksi

  • Bulog Salurkan Beras untuk 33,2 Juta Penerima Manfaat, Lampung Capai Hampir 1,2 Juta

    Bulog Salurkan Beras untuk 33,2 Juta Penerima Manfaat, Lampung Capai Hampir 1,2 Juta

    • visibility 45
    • 0Komentar

    Lamsel, mitracakrawala.com — Pemerintah melalui Perum BULOG kembali menyalurkan bantuan pangan komoditas beras untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat pada desil 1 hingga desil 4. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., […]

  • Dugaan Pemotongan Jasa Pelayanan Rp10,3 Miliar di RSUD Wonosari Diselidiki Kejaksaan

    Dugaan Pemotongan Jasa Pelayanan Rp10,3 Miliar di RSUD Wonosari Diselidiki Kejaksaan

    • visibility 63
    • 0Komentar

    Gunungkidul, intip24news.com – Dugaan pemotongan jasa pelayanan tenaga kesehatan di RSUD Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali menjadi sorotan. Perkara yang disebut berkaitan dengan pemotongan jasa pelayanan hingga sekitar Rp10,3 miliar itu diketahui telah ditangani Kejaksaan Negeri Gunungkidul sejak 2025.‎‎ Informasi tersebut dilansir dari akun media sosial Jogja Lima. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa  pemotongan […]

  • Keberadaan Portal di Kampung Cikoneng Beratkan Pelaku Usaha, Satpol PP jangan Tutup Mata

    Keberadaan Portal di Kampung Cikoneng Beratkan Pelaku Usaha, Satpol PP jangan Tutup Mata

    • visibility 328
    • 0Komentar

    Tangerang, mitracakrawala.com – Adanya portal pintu gerbang di wilayah RW 02 Kampung Cikoneng Kelurahan Gandasari Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang disorot warga. Pasalnya untuk masuk dan membuka portal bagi pelaku usaha dikenakan biaya Rp50.000. Sejumlah aduan masyarakat yang berhasil dihimpun mengatakan bahwa pungutan buka portal tersebut membebani para pelaku usaha yang hendak masuk. “Dengan adanya portal […]

  • Proyek Drainase di Jalan Seruni Cililitan Sepanjang 700 Meter Disorot, Warga Tolak Dilanjutkan

    Proyek Drainase di Jalan Seruni Cililitan Sepanjang 700 Meter Disorot, Warga Tolak Dilanjutkan

    • visibility 39
    • 0Komentar

    JAKARTA, MCN – Proyek saluran air (drainase) sepanjang 700 meter di Jalan Seruni mendapat penolakan dari warga setempat. Proyek senilai Rp1.040.000.000 dengan masa kerja 90 hari itu sudah terpasang 420 meter tertunda dengan 280 meter belum terpasang. Pengurus Rukun Warga (RW) 06 Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, menggelar rapat koordinasi guna menindaklanjuti proyek […]

  • SKTM 20 kV di Periuk Kembali Disorot, Pekerjaan Asal Jadi? PLN UP3 Teluknaga Bungkam

    SKTM 20 kV di Periuk Kembali Disorot, Pekerjaan Asal Jadi? PLN UP3 Teluknaga Bungkam

    • visibility 35
    • 0Komentar

    KOTA TANGERANG – Luar biasa. Proyek Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) 20 kV di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena prestasinya, melainkan karena pola lamanya yang terus berulang: galian berantakan, debu beterbangan, material berserakan ke jalan, dan minimnya rambu keselamatan. Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, PLN UP3 Teluknaga sebagai penanggung […]

  • Jacob Ereste: Kebersamaan Menikmati Kemerdekaan yang Dicita-citakan

    Jacob Ereste: Kebersamaan Menikmati Kemerdekaan yang Dicita-citakan

    • visibility 52
    • 0Komentar

    Hasrat menjadi negara dan bangsa yang demokratis, tapi tidak pernah mempersiapkan, tidak pernah mendidik dan tidak pernah benar-benar membiarkan rakyat untuk melakukan praktek demokrasi yang benar adalah realitas seperti partai politik yang tidak pernah serius dan ikhlas melaksanakan praktek demokrasi dalam mengelola organisasi partai, apalagi bagi pemerintah sendiri yang bahkan anti terhadap kritik dari rakyat. […]

expand_less