BUKAN SEKADAR SOSIALISASI, PKB DAN PLKB JADI GARDA TERDEPAN GERAKKAN KESADARAN KESEHATAN KELUARGA – PLT. KEPALA PERWAKILAN BKKBN BANTEN: PENDEKATAN HUMANIS ADALAH KUNCI!
- account_circle Daus VanRose
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANTEN – Keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak cukup hanya ditopang oleh ketersediaan fasilitas kesehatan, tenaga medis, maupun kebijakan pemerintah. Lebih dari itu, diperlukan kekuatan komunikasi, edukasi, dan pendampingan langsung agar masyarakat memiliki kesadaran serta kemauan untuk memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal.
Dalam konteks tersebut, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak penggerak masyarakat. Kedekatan mereka dengan keluarga dan komunitas di tingkat akar rumput menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Kreshna Adi Kusuma, S.E., M.M., menegaskan bahwa PKB dan PLKB bukan sekadar penyampai informasi, melainkan bagian penting dari kekuatan strategis pemerintah dalam menggerakkan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan CKG harus dibangun melalui pendekatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga humanis, persuasif, dan mampu menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
“PKB dan PLKB memiliki peran strategis sebagai penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pendekatan di lapangan harus dilakukan secara humanis, persuasif, serta mengedepankan komunikasi yang mudah dipahami. Kita harus mampu membangun kepercayaan masyarakat, menghilangkan keraguan, dan mendorong mereka agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini,” demikian pesan yang ditekankan dalam penguatan peran penyuluh di lapangan.
KOMUNIKASI HUMANIS, KUNCI MENEMBUS KERAGUAN MASYARAKAT
Kreshna Adi Kusuma menekankan bahwa komunikasi kepada masyarakat tidak boleh dilakukan dengan pendekatan yang terkesan menggurui. Sebaliknya, penyuluh harus mampu memahami karakter, kondisi sosial, serta aspek psikologis warga.
Penggunaan bahasa sederhana, analogi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan pendekatan dialogis menjadi strategi penting agar pesan kesehatan dapat diterima tanpa menimbulkan jarak antara petugas dan masyarakat.
Tantangan pelaksanaan program kesehatan tidak selalu berkaitan dengan ketersediaan layanan, tetapi juga menyangkut tingkat pemahaman, kepercayaan, dan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Di sinilah kapasitas komunikasi PKB dan PLKB diuji. Mereka tidak hanya dituntut menyampaikan ajakan, tetapi juga membangun pemahaman bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan langkah preventif penting untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.
KEBERHASILAN CKG TIDAK BERHENTI PADA ANGKA KUNJUNGAN
Pelaksanaan CKG harus menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan. Partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan merupakan langkah awal, tetapi tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.
Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai hasil pemeriksaan dan diarahkan untuk berkonsultasi atau memperoleh pelayanan kesehatan lanjutan apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan.
Karena itu, kolaborasi antara PKB, PLKB, tenaga kesehatan, kader, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan harus berjalan secara konsisten.
Sinergi tersebut penting untuk memastikan masyarakat tidak hanya mengetahui adanya program CKG, tetapi benar-benar memperoleh manfaat dari layanan tersebut.
MEMBANGUN KELUARGA SEHAT, MENYIAPKAN GENERASI BERKUALITAS
Penguatan peran PKB dan PLKB dalam mendukung CKG sekaligus mempertegas pentingnya pembangunan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Keluarga yang sehat merupakan modal utama dalam menciptakan generasi produktif, berkualitas, dan berdaya saing. Oleh sebab itu, edukasi kesehatan harus menjadi bagian dari gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas masyarakat.
Pesan strategis Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten tersebut menegaskan bahwa keberhasilan program pemerintah membutuhkan lebih dari sekadar instruksi dan target administratif. Diperlukan kehadiran petugas yang dipercaya masyarakat, komunikasi yang membangun kesadaran, serta kolaborasi yang berorientasi pada hasil.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Cek Kesehatan Gratis bukan semata-mata berapa banyak masyarakat yang datang untuk diperiksa, melainkan sejauh mana pemeriksaan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran, mendorong tindakan preventif, dan membangun budaya hidup sehat di tengah keluarga Indonesia.
Dari lini lapangan, perubahan itu dimulai. Dari keluarga, masa depan bangsa dibangun.
BKKBN BANTEN – MENGGERAKKAN KELUARGA, MEMBANGUN KESADARAN, MEWUJUDKAN GENERASI SEHAT DAN BERKUALITAS.
- Penulis: Daus VanRose





Saat ini belum ada komentar